Ajang Uji Coba para Pebulu Tangkis

Nurul Fadillah
13/9/2018 07:00
Ajang Uji Coba para Pebulu Tangkis
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

DJARUM Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jakarta Terbuka 2018 tidak hanya menjadi ajang pencarian poin untuk kenaikan peringkat atlet bulu tangkis di level nasional. Bagi sebagian atlet yang lain, turnamen yang berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 10-15 September 2018 tersebut juga menjadi ajang uji coba menjelang turnamen internasional.

Pada edisi sirnas kali ini terdapat atlet muda dari pelatihan nasional Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Mereka juga akan turun pada turnamen Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 yang akan berlangsung pada 18-23 September mendatang.

Karena itu, sirnas kali ini sekaligus menjadi ajang uji coba menjelang turnamen level Super 100 atau grand prix tersebut. Alberto Alvin Yulianto salah satunya.

Atlet PB Djarum yang saat ini tengah magang di PP PBSI tersebut akan mengincar hasil maksimal di turnamen sirnas kali ini. Alberto turun di dua kategori, yakni taruna tunggal putra U-19 dan dewasa tunggal putra.

“Saya mengincar gelar juara di level taruna. Kalau bisa juara di level dewasa juga lebih bagus lagi. Ini jadi uji coba juga sebelum ke Bangka Belitung meskipun di sana hanya menjadi ajang latihan dan cari pengalaman saja karena memang kelasnya sudah internasional. Apalagi saya akan berhadapan dengan Lakshya Sen dari India, dan dia juara di Asian Junior Championship 2018. Saya akan main nothing to lose saja nanti,” ujar Alberto.

Dalam perjalanannya menuju gelar juara di kategori taruna U-19, Alberto berhasil menembus babak perempat final. Tampil sebagai unggulan keempat, Alberto berhasil mengalahkan wakil dari PB Bank Riaukepti, Riau, Surifan Zega dengan skor 21-11, 21-13 pada pertandingan babak 16 besar yang berlangsung Rabu (12/9).

Tren positif Alberto pun berlanjut pada kategori tunggal putra dewasa yang ia lakoni beberapa jam setelah turun di taruna putra. Namun, di partai kedua perebut-an tiket perempat final tersebut, Alberto menghadapi perlawanan sengit dari rekan seklubnya di PB Djarum, Handoko Yusuf Wijayanto, dengan skor 21-16, 19-21, 21-17.

Ratu sirnas
Sementara itu, mantan atlet pelatnas Indonesia Hanna Ramadini memiliki ambisi pribadi di putaran sirnas tahun ini. Peraih perak SEA Games Singapura 2015 tersebut ingin melampaui pencapaian ‘Ratu Sirnas’ Indonesia Hera Desi Ana Rachmawati.

Sebelumnya pada Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) 2016, Hera memastikan tujuh gelar dari total delapan seri sirnas. Wakil Mutiara Cardinal Bandung itu pun mendapat julukan sebagai ‘Ratu Sirnas’ karena sejak 10 tahun lamanya dalam perhelatan Djarum Sirnas, belum ada satu pun pebulu tangkis tunggal dewasa putri yang mampu menyabet gelar sebanyak itu dalam satu tahun.

Hanna pun berniat menyamai pencapaian seniornya di klub Mutiara Cardinal itu.

“Target sebetulnya bermain saja di sini, tetapi sepertinya saya ingin mengejar rekornya Mbak Hera, karena Mbak Hera kan ‘Ratu Sirnas’. Kalau saya, sejauh ini baru menang di dua seri, yaitu di seri Sirnas Tasikmalaya dan Seri Sirnas Makassar. Kalau di sini (di Jakarta) saya bisa menang maka akan jadi hattrick. Semoga saja bisa juara di sini,” pungkas Hanna. (R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya