Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG dari sebulan Asian Para Games 2018 akan digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Para atlet Indonesia dinyatakan telah siap bertanding.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Komite Paralimpiade Indonesia Senny Marbun saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Senny mengatakan persiapan para atlet tuan rumah telah mencapai 90%. "Para atlet tinggal menguatkan mental dan menjaga fisik, jangan sampai sakit," kata Senny.
Dari hasil latihan yang dilaksanakan sejak awal tahun ini, Senny memantau dan menilai telah terjadi peningkatan performa dari para atlet Indonesia yang berjumlah 300 orang.
Bahkan pencapaian beberapa atlet Indonesia telah mendekati prestasi peraih medali pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.
"Kami optimistis bisa melebih hasil dari empat tahun lalu. Pada 2014, kontingen Indonesia berada di peringkat kesembilan, sekarang pasti bisa lebih baik. Bisa peringkat keenam atau tujuh besar dengan minimal 16 medali emas, sesuai dengan target yang dicanangkan," ujar Senny.
Target 16 medali emas Indonesia, lanjut Senny, diharapkan dari enam cabang olahraga andalan, yakni atletik, bulu tangkis, renang, angkat berat, tenis meja, dan catur. Namun, ia menambahkan, tetap ada peluang besar untuk meraih medali dari 12 cabang olahraga lainnya.
"Peluang tetap ada karena kita lebih baik daripada negara-negara di Asia Tenggara. Sudah terbukti dari ASEAN Para Games 2017, kami meraih juara umum. Untuk ASEAN Para Games 2019, saya berani bilang bahwa kita pasti bisa juga jadi pengumpul medali emas terbanyak," sambung Senny.
Namun, pada Asian Para Games 2018 yang digelar pada 8-16 Oktober mendatang, para atlet difabel Indonesia akan menghadapi tantangan berat terutama dari Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Atlet-atlet dari kawasan Timur Tengah dan negara pecahan Uni Soviet pun bisa menjadi pesaing utama.
Target empat emas
Dari cabang olahraga renang Asian Para Games 2018, Indonesia menarget bisa merebut empat medali emas. Target yang dicanangkan cukup realistis jika melihat para atlet pesaing dari kawasan Asia Timur dan negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Uzbekistan dan Kazakhstan.
Indonesia mengandalkan perenang yang siap menyumbang emas untuk kontingen Indonesia, yakni atlet tunanetra Dean Pinta Uli Siringo Ringo yang bertanding di nomor 100 meter gaya bebas putri S11.
Catatan waktu terbaik Dean saat ini memang masih jauh dari harapan pelatih. Namun, selama mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) di kolam renang Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, atlet dari Sumatra Utara itu mengalami peningkatan performa yang pesat.
Dari hasil pelatnas, Dean mencatat waktu 1.56,53 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas. "Saya ini kan masih pemula. Pengalaman masih sedikit sekali. Karena itu, saya sangat terkejut dan merasa terhormat ketika turut dipilih masuk pelatnas," tutur Dean di Surakarta, Jawa Tengah, kemarin,
Sebelum mengikuti pelatnas mulai Januari silam, Dean mengaku sempat pesimistis. Namun, dengan pengalamannya di Pekan Paralimpiade Nasional 2016 dan Kejurnas Paralimpik 2007, ia menyatakan siap bertanding. (WJ/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved