Persaingan di Djarum Sirnas kian Ketat

Budi Ernanto
12/9/2018 05:30
Persaingan di Djarum Sirnas kian Ketat
(DOK DJARUM)

GELARAN Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jakarta Terbuka 2018 memunculkan persaingan yang sengit sejak hari pertama pada Senin (10/9) lalu. Tidak sedikit para pebulu tangkis muda yang menjadi unggulan harus angkat koper lebih awal di kejuaraan yang berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, itu.

Sekretaris Panitia Pelaksana Dja-rum Sirnas Rachmad Setiyawan mengatakan fenomena berguguranya para pemain unggulan tidaklah mengherankan dan bukan kejutan yang luar biasa.

"Level Djarum Sirnas yang ada di Jakarta kan paling tinggi. Ibaratnya dari semua turnamen superseries, Djarum Sirnas Jakarta itu ibarat turnamen All England," kata Rachmad kepada Media Indonesia, kemarin.

Rachmad menambahkan bahwa penyelenggaraan Djarum Sirnas cukup bergengsi dengan besarnya jumlah peserta. Tercatat sebanyak 913 peserta terlibat dan bersaing di Djarum Sirnas yang dibagi menjadi tiga kategori ,yakni kategori dewasa, U-19, dan U-17.

"Ketika kami buka pendaftaran, hanya dalam waktu 10 jam sudah habis kuota yang disediakan bagi para peserta Djarum Sirnas ," imbuh Rachmad.

Untuk bisa mengatasi animo yang begitu tinggi itu, panitia memasang biaya pendaftaran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Djarum Sirnas lainnya, yakni Rp300 ribu untuk pemain tunggal dan Rp350 ribu untuk yang bermain di kategori ganda.

"Kami buat biaya pendaftaran cukup mahal supaya jadi penanda bahwa Djarum Sirnas Jakarta bukan ajang coba-coba," tutur Rachmad.

 

Peserta dari Negeri Sakura

Satu hal lain yang menarik dari Djarum Sirnas di Jakarta ialah adanya para peserta dari luar negeri, yakni dari Jepang. Bahkan 'Negeri Sakura' mengirimkan lima wakil di sektor putri dan salah satunya ialah atlet yang bersaing di nomor tunggal taruna yakni Ayumi Kamiyama. Kamiyama bertanding untuk nomor tunggal taruna putri. Selama dua hari penyelenggaraan, dia telah memetik kemenangan.

Selain Kamiyama, untuk kategori tunggal dewasa putri terdapat Natsuki Higuchi yang pada hari kedua menyingkirkan Nandini Putri Arumni, pemain klub PB Dja-rum Kudus. Padahal Nandini merupakan juara kategori tunggal putri U-19 Djarum Sirnas di Makassar, Sulawesi Selatan, yang digelar bulan lalu.

Seperti Nandini, para juara Djarum Sirnas Makassar ju-ga ada yang datang ke Jakarta. Beberapa turun di kate-gori ganda, dan ada yang tampil dengan pasangan yang berbeda.

"Memang tidak pasti para pasangan ganda bermain dengan partner sebelumnya karena kan mungkin ada yang cedera," pungkas Rachmad.

Di sisi lain, target untuk menjadi juara rupanya bukan menjadi misi satu-satunya bagi sebagian peserta turun di Djarum Sirnas Jakarta. Misalnya, Karono, pemain tunggal taruna putra andalan klub Jaya Raya Jakarta. Bermain di 'rumah sendiri', Karono hanya mematok dirinya untuk bisa membalas kekalahan dari wakil Djarum Kudus, Muhammad Aldo Apriyand.

Sebelumnya, Karono dan Aldo berjumpa di Malaysia International Junior Terbuka 2018 pada Agustus lalu.

"Motivasi saya di pertandingan tadi untuk bisa menang karena saya ingin membalas kekalahan terakhir," kata Karono yang menang 21-14 dan 21-15 dalam waktu 44 menit dari Aldo.

Kemenangan atas Aldo membuat Karono melaju ke babak ketiga yang akan berlangsung hari ini. Dia akan ditantang wakil Berkat Abadi Banjarmasin, Muhammad Rivani. Dalam menghadapi Rivani, Karono mengatakan harus bisa menjaga fisiknya agar tetap prima. (Beo/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya