Kontingen NPC Indonesia Siap Tempur

Nurul Fadillah
08/9/2018 17:51
Kontingen NPC Indonesia Siap Tempur
(ANTARA/Maulana Surya)

KONTINGEN atlet penyandang disabilitas Indonesia akan mulai memulai perjuangan mereka di Asian Para Games 2018 pada 8-16 Oktober mendatang. Sebanyak 300 atlet Merah Putih dipersiapkan untuk menghadapi pesta olahraga khusus difabel terbesar di ASia tersebut.

Ketua Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC), Senny Marbun mengatakan, para atletnya sudah siap tempur untuk membawa nama harum Indonesia. Sebanyak 16 emas dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi incaran kontingen Merah Putih demi memenuhi target mencapai 10 besar Asia.

"Persiapan sejauh ini sudah bagus semua dan para atlet sudah siap bertanding. Pelatnas dimulai sejak Januari artinya sudah lebih dari 8 bulan atlet bertanding dan selama ini kita sudah mengadakan uji coba bagi para atlet untuk mencari standar minimum kualifikasi di APG 2018 sama tambahan poin menuju Paralimpiade Tokyo 2020," tandas Senny kepada Media Indonesia.

Senny mengatakan, dengan persiapan yang dilakukan target tujuh besar di Asia dirasa cukup realistis. Bahkan, Senny optimis para atlet dapat mencapai dari yang ditargetkan.

Senny sendiri berambisi untuk mencapai prestasi melebihi APG 2014 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan empat tahun silam. Kala itu, kontinngen Merah Putih berhasil menduduki peringkat 9 besar dengan membawa pulang 38 medali, yakini 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu.

Empat emas sukses diraih kontingen parabulutangkis, 3 dari pararenang, dan 2 dari paratenismeja.

"Untuk kali ini, kami optimis dapat melebarkan sayap menambah pundi-pundi emas dari beberapa cabang olahraga lain. Selain bulu tangkis, renang, dan tenis meja, atletik, catur, dan angkat berat juga berpeluang menyumbang emas,," tambah Senny.

"Kamis udah klasifikasikan cabang-cabang unggulan, seperti bulutangkis, renang dan atletik itu bisa menyumbang minimal 3 emas. Atletik diantaranya dari nomor sprint 100 meter, kemudian bulutangkis dari tunggal dan ganda semua berpeluang, sementara renang akan coba diraih dari gaya punggung," lanjutnya.

Senny menambahkan, dalam persiapan pelatnas, para atlet difabel Indonesia telah menjalani minimum 1 uji coba di luar negeri. Semua menggunakan biaya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang memberikan dana pembinaan sebesar Rp 130 Miliar untuk biaya pelatnas NPC.

"Macam-maca uji cobanya, seperti renang ke Jerman, dan Abu Dhabi, kemudian atletik ke Beijing mereka berangkat sekitar 2 bulan yang lalu. Bulutangkis juga ada Thailand PAraBadminton International 2018 akhir Juli lalu dan kita menjadi juara umum dengan meraih 6 gelar sehingga ini menjadi motivasi bagi kami untuk mencapai prestasi tertinggi di APG 2018," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya