Solo Sambut Pawai Obor APG

Widjajadi
06/9/2018 03:45
Solo Sambut Pawai Obor APG
(.ANTARA FOTO/ INASGOC/Andi Rambe)

RIBUAN pelajar dan warga Kota Solo tumpah ruah di jalan yang menjadi rute Torch Relay (Pawai Obor) Asian Para Games 2018 dari markas NPC di kawasan Ir Sutami, Jebres, menuju Balai Kota Solo sejauh 5 kilometer, Rabu (5/9).

Berulang kali kata ‘Indonesia’ diteriakkan penuh semangat oleh mereka  yang berdiri di pinggir jalan, dan makin berkobar ketika sudah sampai di depan Balai Kota saat Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Luthfi menyerahkan lentera obor api Mrapen itu ke Menko PMK Puan Maharani.

“Obor ini bermotif batik parang sebagai identitas budaya Indonesia selaku tuan rumah. Pada obor tersebut juga ada logo Asian Para Games,  ada kunci obornya juga, jadi apinya tidak selalu statis, tapi bisa diukur besar kecilnya,” kata Ageng Nugroho dari Divisi Seremoni Inapgoc.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari, dipilihnya Kota Solo sebagai tempat pertama melakukan pawai obor Asian Para Games 2018 karena kota tersebut memiliki sejarah kuat bagi perjalanan atlet disabilitas. Kota Solo dikenal sangat ramah disabilitas.

“Di sinilah markas NPC. Di sinilah para atlet disabilitas menjalankan program pelatnas,” tandas Raja kepada  Media Indonesia seusai torch relay.

Asian Para Games 2018 akan berlangsung di Jakarta pada 6-13 Oktober. Indonesia menjadi negara penyelenggara pesta olahraga penyandang disabilitas se-Asia ketiga setelah Incheon, Korsel, pada 2014 dan Guangzhao di 2010.

Atlet disabilitas Indonesia dari cabang atletik, Kharisma Evi, sangat berharap perjalanan api obor Asian Para Games itu dapat memotivasi para atlet meraih prestasi nanti.

“Ini jelas akan menambah motivasi tinggi bagi para atlet yang akan berjuang di Asian Para Games di Jakarta,” papar atlet para atletik Indonesia klasifikasi T42 itu.

Ketua NPC Indonesia Senny Marbun mengatakan, dari 18 cabang yang dipertandingkan, Indonesia berpeluang menyumbang emas pada cabang renang, atletik, tenis, dan tenis meja.

“Ya kita tidak sombong, tapi sedikitnya saya yakin anak-anak akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan sedikitnya 16-17 medali emas, dan syukur-syukur hasilnya bisa melesat ke atas. Harapan akhir ya bisa di peringat 6-7 dari 41 negara,” ujarnya.

Pengamanan berbeda
Dari Jakarta, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan pola pengamanan Asian Para Games 2018 nantinya akan berbeda dengan pengamanan Asian Games. Ada beberapa kondisi yang berbeda dari dua multiajang itu.

Idham menyebut jumlah arena di Asian Para Games tidak terlalu banyak dan hanya di lingkungan Gelora Bung Karno (GBK). Berbeda dari Asian Games yang ada 34 arena tersebar di Palembang, Bandung, Banten, dan GBK.

“Sedikit berubah karena venue di lingkungan GBK. Sekarang kita hanya fokus sekitar GBK. Atlet dan ofisial yang datang juga enggak banyak. Cabangnya juga enggak banyak. Kalau saya enggak salah 14,” ujar Idham, kemarin.
Meski demikian, katanya, penanganan kejahatan jalanan juga masih diutamakan, antara lain dengan meningkatkan operasi rutin.

Sedikitnya 10 ribu personel Polda Metro Jaya disiagakan untuk pengamanan Asian Para Games 2018 pada Oktober mendatang. (TS/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya