Tantangan Berat di Asian Games Berikutnya

Nurul Fadillah
02/9/2018 17:00
Tantangan Berat di Asian Games Berikutnya
(Ist)

PERHELATAN Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang telah berakhir, Minggu (2/9). Dewan Olimpiade Asia (OCA) sudah mulai memikirkan perhelatan Asian Games selanjutnya dimana Hangzhou (Tiongkok) akan menjadi tuan rumah penyelenggara pada 2022 mendatang.

Direktur Jendral OCA, Husain Al Musallam mengatakan ada banyak tantangan yang telah menanti mereka di pesta Asian Games berikutnya. Menurut Husain, tahun penyelenggaraan Asian Games akan berbarengan dengan dua event besar lain, yaitu Olimpiade Musim Dingin di Beijing, Tiongkok dan Piala Dunia Doha 2022 di Qatar.

"Kami punya dua event besar pada tahun Asian Games, semua di Asia. Kami harus punya ide agar Asian Games 2022 bisa lebih menarik dan unik," ujar Husain saat konferensi pers di Main Press Center, JCC, Senayan, Minggu (2/9).

Husain menambahkan, untuk menggelar event Asian Games yang unik, dibutuhkan ide-ide baru yang lebih segar dan berbeda daripada yang lain. Penonton dari kalangan usia muda menjadi sasaran penyelenggaraan Asian Games 2022 nanti.

"Ide baru seperti teknologi tinggi (Hi-tech), beda dengan yang lain, sekarang kami sudah mulai mencari kultur musik seperti apa yang anak-anak muda butuhkan. Kemudian, kami juga mulai mengadakan rekor-rekor Asia, rekor pertandingan dengan standar teknis yang tinggi, budaya olahraga, pemahaman dari perdamaian dalam olahraga dan persahabatan itulah yag akan kami capai pada 2022 di tengah berlangsungnya Piala Dunia dan Olimpiade Musim Dingin," lanjutnya.

Husain pun mengungkapkan pendapatnya terhadap penyelenggaraan Asian Games di Indonesia kali ini. Menurut Husain, antusiasme masyarakat terhadap perhelatan Asian Games kali ini sangat besar. Meski demikian, hal ini masih belum cukup untuk mendukung Indonesia menggelar Olimpiade.

"Asian Games sangat menyenangkan masyarakat di sini, apalagi anak-anak mereka terlihat sangat menikmatinya dan bahkan menginginkan Asian Games diadakan lebih lama lagi. Tapi, Olimpiade itu memiliki konsep yang berbeda dibandingkan Asian Games," tandas Husain.

Husain menjelaskan, dibandingkan Asian Games yang diikuti oleh 45 negara peserta, partisipan di Olimpiade akan jauh lebih besar. Sebanyak 206 negara yang merupakan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan bersaing sehingga tak semua atlet bisa mengikuti pesta olahraga berkelas dunia itu.

"Asian Games itu menarik untuk atlet-atlet muda, tetapi di Olimpiade akan ada 206 negara yang bersaing sehingga jumlah atlet dan venue pun akan dibatasi. Indonesia telah mengumumkan mereka siap untuk menjadi kandidat, sehingga kami akan mendukung," tandasnya. (OL-7)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya