Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESUKSESAN besar cabang olahraga (cabor) pencak silat menyumbangkan banyak medali emas Indonesia di ajang Asian Games 2018 membuat Ketua Umum PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Prabowo Subianto berharap olahraga asli bangsa ini dapat masuk ke Olimpiade 2020. Hal ini diutarakan Prabowo seusai menyaksikan perlombaan langsung atlet-atlet pencak silat di Padepokan Pencak Silat Taman Mini, Jakarta, Rabu (29/8).
"Harapannya ke Olimpiade," kata Prabowo singkat.
Tercatat, pencak silat telah menyumbang 11 medali emas bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018. Pencapaian ini belumlah final karena Indonesia masih berpeluang menambah peluang pada tiga nomor di kelas tarung yang diselenggarakan sore ini.
"Atlet-atlet kita berprestasi dengan baik, bisa mengangkat nama negara. Kita bangga dengan mereka, hasil kerja mereka dalam tiga tahun mereka berlatih. Keberhasilan kita semua lah," sambungnya.
Akan tetapi, dominasi Indonesia di cabor pencak silat Asian Games 2018 dikritisi banyak pihak, salah satunya dari Presiden Federasi Silat Singapura Sheik Alauddin Yacoob. Pria yang juga mantan atlet ini menyebut penyelenggaran cabor pencak silat Asian Games 2018 ini banyak terindikasi ditemukan kecurangan. Yang paling kentara ialah soal kredibilitas wasit.
"Saya rasa kecewa karena kecurangan wasit sangat kentara, ada yang coba memihak sebelah. Tapi saya di sini lihat bukan Singapura saja yang kecewa, negara lain juga. Semua negara merasa janggal," kata Alauddin.
Buruknya penyelenggaraan ini membuat Alauddin pun pesimis pencak silat dapat kembali diselenggarakan di event dunia. Alih-alih Olimpiade, Asian Games 2022 di Hangzhou Tiongkok pun dirasa sangat sulit.
"Saya kecewa karena tidak dipikirkan untuk Asian Games selanjutnya. Kalau seperti ini Tiongkok akan pikir lagi kenapa harus selenggarakan pencak silat. Olimpiade lebih sulit lagi karena harus tersebar minimal di 40 negara di tiga benua. Harus ada federasi dengan sistem pembinaan yang berjalan. Itu sangat sulit," imbuhnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved