Paralayang Lambungkan Indonesia

Budi Ernanto
24/8/2018 05:15
Paralayang Lambungkan Indonesia
(ANTARA FOTO/INASGOC/Tagor Siagian)

PERJUANGAN PB FASI untuk memasukkan paralayang menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Asian Games 2018 tidak sia-sia. Tercatat sudah dua medali emas dipersembahkan cabang tersebut untuk kontingen Indonesia pada pesta olahraga negara-negara Asia itu.

Mereka untuk sementara bahkan menjadi penyumbang medali emas terbanyak untuk kontingen ‘Merah Putih’ bersama dengan balap sepeda.

Jafro Megawanto-lah yang menjadi penyumbang emas kedua untuk Indonesia dari cabang paralayang, kemarin.  Jafro yang tampil pada nomor individual ketepatan putra menjadi yang terbaik pada pertandingan yang dilaksanakan di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat.
Jafro mengalahkan Jirasak Witeetham (Thailand) dan Chulsoo Lee (Korea Selatan), yang berturut-turut ada di peringkat kedua dan ketiga. Sebelumnya, Jafro juga ikut andil menyumbang emas pada nomor beregu ketepatan putra bersama Aris Apriansyah, Joni Efendi, Hening Paradigma, dan Roni Pratama, Rabu (22/8).

Dengan demikian, cabang paralayang total telah menyumbang empat medali, yang terdiri atas 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. ­Tidak berlebihan jika Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memuji perjuangan para atlet paralayang.

“Alhamdulillah kita bersyukur, sekarang kita menambah medali lagi. Semoga ini menjadi pemicu baru bagi seluruh atlet Indonesia yang sekarang sedang berjuang keras,” kata Imam.

“Yang paling penting ialah, hasil ini dipersembahakan untuk Ibu Pertiwi,” imbuhnya

Senada, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Syafruddin, mengaku senang dengan perjuangan para atlet.

“Ini prestasi yang membanggakan Indonesia. Selamat atas perjuangan panjang Jafro sehingga bisa menjadi yang terbaik dan menambah perolehan emas tim Indonesia,” kata Syafruddin di Bogor, Jawa Barat.

Perak dan perunggu
Dari cabang dayung, para atlet Indonesia yang masuk final hari pertama nomor rowing di arena dayung Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Sumatra Selatan, gagal mempersembahkan medali emas. Pedayung Indonesia yang berlomba di empat kelas dalam final rowing itu hanya mampu mempersembahkan satu perak dan satu perunggu. Dua kelas lain tidak menghasilkan medali.

Dalam final nomor rowing, medali perunggu merupakan medali pertama yang diraih tim dayung Indonesia di kelas ganda putri (women’s pair/W2-), yang dipersembahkan pedayung putri Julianti dan Rokaya Yayah.

Medali emas kelas W2- diraih pedayung Tiongkok atas nama Jur Rui dan Lin Xinyu. Adapun medali perak diperoleh pedayung Korea Selatan, Jeon Seoyeung dan Kim Seo Hee.

Medali kedua yang dapatdiraih tim dayung Indonesia ialah medali perak, yang diperoleh melalui  atlet kelas ringan empat putra (lightweight men’s four/LM4)  yakni Buton Ali, Ferdiansyah, Ihram, dan Isadi Ardi.

Medali emas kelas LM4 itu diraih tim dayung Tiongkok atas nama Xiong, Lyu Fanpau, Zhao Chao, dan Zhou Xuewu. Adapun medali perunggu diraih tim dayung Bahrain yang diperkuat atlet Jung Hyeri, Mambetnazarov Islambek, Hakimov Shehroz, Rakhimov Otamurod, dan Usmonov Zafar.    

“Kami sudah berupaya berlomba secara maksimal, tetapi hanya perunggu yang bisa dipersembahkan untuk Indonesia. Untuk memberikan prestasi terbaik, kami akan berlomba maksimal pada final rowing kedua Jumat (24/8),” ujar Julianti. (Ant/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya