Cabang Paralayang Penuhi Target

Budi Ernanto
23/8/2018 03:00
Cabang Paralayang Penuhi Target
(ANTARA FOTO/INASGOC/Tagor Siagian)

PERJUANGAN Indonesia sebagai tuan rumah untuk mempertandingan cabang baru paralayang di multiajang Asian Games 2018 tidak sia-sia dan akhirnya membuahkan hasil membanggakan.   

Tim putra paralayang Indonesia sukses menyumbang medali emas di nomor akurasi pendaratan beregu putra di Asian Games 2018.

Dalam laga paralayang yang dipertandingkan di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat (Jabar), kemarin, skuat Indonesia yang diperkuat Aris Apriansyah, Hening Paradigma, Thomas Widyananto, Rony Pratama, dan Jafro Megaranto mengumpulkan poin tertinggi.
Dari enam putaran, tim ‘Merah Putih’ membukukan 1.104 poin. Dengan poin itu, Indonesia berhak meraih medali emas perdana cabang paralayang untuk kontingen Indonesia,     

Pesaing utama Indonesia, tim Korea Selatan (Korsel), mengumpulkan 1.771 poin dan merebut medali perak. Sementara itu, tim Thailand merebut perunggu setelah mencatatkan 1.901 poin.  

“Ini kerja keras atlet dan seluruh tim. Jika tidak ada kerja sama, medali emas tidak akan. Hasil ini juga buah dari upaya kami selama dua tahun berla­tih,” kata kepala pelatih tim nasional paralayang Indone­sia Gendon Subandono seusa­i pertandingan di Punca­k, kemarin.
“Mereka telah membuktikan dengan saling kompak akhirnya bisa meraih hasil terbaik,” ujar Gendon.

Gendon menjelaskan kunci kemenangan anak asuhnya terbilang sederhana. Aris dan kawan-kawan hanya perlu unggul di laga awal dengan tujuan tidak kesulitan menghadapi laga pertengahan dan laga akhir.

Strategi tersebut memang berhasil karena atlet Korsel sempat tampil impresif dan memperbaiki perolehan poin mereka.

Dengan meraih satu meda­li emas, target cabang para-layang telah terwujud. “Ini sesuai harapan kita, satu emas dari nomor ketepatan mendarat beregu putra,” jelas Gendon.  

Puas dengan perak
Tim putri Indonesia yang menurunkan Rika Wijayanti, Ike Ayu Wulandari, dan Lis Andriana hanya mampu meraih medali perak setelah gagal mengumpulkan poin tertinggi nomor akurasi pendaratan beregu putri.  

Tim putri hanya mampu mendulang 2.122 poin, atau selisih tipis dari tim Thailand yang mencatatkan 2.122 poin. Sementara itu, tim Korsel di urut­an ketiga dengan 2.363 poin.

Gendon mengatakan tim putri Indonesia menghadapi kendala tiupan angin yang tidak menentu.

“Meski sekadar medali pe­rak, itu juga wajib diapresiasi. Kami tidak kecewa. Mereka pasti sudah berjuang keras untuk menyumbangkan prestasi bagi Indonesia,” kata manajer tim paralayang Indonesia.

Saat meninjau pertandingan paralayang, Chef de mission Indonesia Syafruddin juga memberikan selamat kepada para atlet paralayang yang meraih satu medali emas dan satu perak.

“Alhamdulillah, paralayang menyumbang satu emas dan perak. Tentu kita harapkan dapat menambah medali lagi di nomor lainnya,” kata Syafruddin.

Ia menilai olahraga para­layang semakin diminati dan terus berkembang. Syafruddin juga mengharapkan prestasi yang ditorehkan atlet para­layang Indonesia di beberapa kejuaraan internasional.

“Kami dukung paralayang akan dikembangkan terus. Mohon doanya supaya ada tambahan mendali, bukan hanya di paralayang, melainkan juga cabang lainnya,” kata Syafruddin yang kini menjabat menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. (R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya