Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
'PRESTASI tak mengenal usia' menjadi ungkapan yang pas untuk menggambarkan tekad seorang Michael Bambang Hartono. Betapa tidak, di usianya yang jelang menginjak 78 tahun pada 2 Oktober mendatang, Bambang masih setia memperjuangkan harkat martabat Indonesia di mata dunia.
Bambang menjadi atlet bridge tertua tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia yang akan membela Merah Putih dalam perhelatan Asian Games 2018 pada 21 Agustus-1 September mendatang.
Bukan imbalan materi yang diharapkan Bambang pada pergelaran pesta olahraga terbesar se-Asia kali ini, melainkan ambisi dan mimpi pribadi yang ingin membesarkan nama Indonesia dalam olahraga yang digemarinya sejak usia 6 tahun itu.
Bambang ingin memajukan bridge tidak hanya dilevel nasional, tetapi juga internasional. Itulah sebabnya, ia ikut berjuang saat Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) bersama dengan pemerintah dan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) membujuk Dewan Olimpiade Asia untuk memasukkan bridge di Asian Games kali ini.
Upaya yang berlangsung selama beberapa bulan itu pun berbuah manis karena bridge untuk pertama kalinya dalam sejarah akan dipertandingkan di multiajang level Asia tersebut setelah sebelumnya memulai debut di SEA Games Palembang 2011. Namun, mimpi Bambang tak berhenti sampai di sini.
Ia ingin menjadikan bridge sebagai cabor tetap dalam tiap edisi Asian Games. Tak hanya itu, opa bernama lain Oei Hwie Siang tersebut juga ingin bridge dipertandingkan di Olimpiade.
"Usaha saya 2-3 tahun lalu agar bridge dipertandingkan di Asian Games akhirnya berhasil. Saya punya mimpi berikutnya supaya bridge bisa dipertandingkan di Olimpiade, memang berat untuk mewujudkannya, tetapi itu selalu menjadi angan dan cita-cita saya," ujar Bambang.
Menyoal prestasi, Bambang termasuk andalan Merah Putih di Asian Games nanti. Ia turun di kategori supermixed team bersama rekannya, Bert Toar Polii.
Bambang pun berambisi kuat mengharumkan nama Indonesia di nomor spesialisnya itu. Namun, lagi-lagi, bukan bonus sebesar Rp1,5 miliar yang dijanjikan pemerintah bagi peraih emas yang menjadi motivasi Bambang.
Bagaimanapun dengan status sebagai Pemilik Perusahaan Rokok Djarum dan pemilik saham terbesar Bank Central Asia (BCA), ia menjadi orang terkaya ke-75 dunia dan terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$16,7 miliar.
Bagi Bambang, prestasi terbaik di multiajang terbesar tingkat Asia tersebut akan membantu memopulerkan olahraga bridge tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.
"Kalau saya menang dan mendapat bonus dari pemerintah sebesar Rp1,5 miliar, semua dana akan saya sumbangkan untuk pembinaan bridge di Indonesia. Kita punya Djarum Bridge School di Semarang dan Jakarta, dan peminatnya cukup banyak sehingga akan kita arahkan ke situ. Berikut juga rumah yang akan dialihfungsikan untuk mengembangkan bridge di Indonesia," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved