UPH dan UEU Berbagi Gelar Lima Basketball Nationals 2018

Micom
17/8/2018 08:05
UPH dan UEU Berbagi Gelar Lima Basketball Nationals 2018
(Ist)

TIM bola basket putra Putra Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten sukses mempertahankan gelar Liga Mahasiswa (Lima) Basketball Nationals untuk keempat kalinya di musim keenam penyelenggaraan kompetisi ini.

Di grand final yang berlangsung Kamis (16/8), UPH mengalahkan Universitas Esa Unggul (UEU) dalam pertarungan ketat dan mendebarkan dan berakhir dengan skor 65-64.

Pertarungan ketat wajar terjadi, karena sebagai sesama wakil zona Greater Jakarta Conference, mereka sudah saling mengalahkan. Kalau di zona tersebut, UEU tampil sebagai pemenang, di final nasional 2018 kali ini, giliran UPH yang keluar sebagai jawara.

The Eagles UPH memimpin kuarter pertama dengan kedudukan 19-16. Mereka tampak dominan saat unggul 27-18 di lima menit pertama kuarter kedua. Namun, The Swans UEU mengejar hingga kedudukan 31-31 saat rehat paruh pertandingan di GOR Universitas Airlangga (Unair) Kampus C, Surabaya, Jawa Timur.

Hendra (nomor punggung 9) membuat poin terbanyak di kuarter tersebut dengan enam angka. Point guard UEU ini juga membuat lima poin lagi di kuarter kedua. Muhamad Arrighi (3) menjadi pemain paling subur di kuarter kedua dengan torehan enam poin.

Kesengitan terlihat lagi dari kedudukan imbang (39-39) di paruh pertama kuarter ketiga. UEU berbalik unggul di akhir kuarter tersebut. Kuarter ketiga berakhir dengan skor 48-47.

UEU melihat buah kolektivitas di kuarter ini. Tujuh pemainnya bisa mencetak angka. Enam poin Gabriel Jorge Josua (35) menjadi sumbangan terbanyak buat UPH di kuarter ketiga.

The Swans, dengan ambisi menjuarai Lima Basketball Nationals untuk pertama kali, memimpin 59-56 di lima menit pertama kuarter penutup. Mereka unggul dua angka (64-62) di menit terakhir. Drama di detik-detik terakhir berakhir buruk buat UEU.

Sebelumnya, tim putri Universitas Esa Unggul (UEU)  Jakarta berhasil mempertahankan gelar Lima Basketball Nationals 2018 untuk dua musim berturut-turut usai mematahkan perlawanan Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten dengan skor 62-56.

Pelatih UEU Parna Abrizalt Hasilohan menurunkan skuat terbaiknya yang terdiri atas Jane Charissa Purwandoyo (3), Tiara Aulia Denaya (4), Stella Fabiola (6), Kadek Sanis Jisanceghi (11), dan Shira Amadea Chalik (15) sebagai starter.

Mereka berhadapan dengan skuat UPH asuhan Fajar Kusumasari, yang bermaterikan Millania Angela (17), Leonita Angela (16), Regita Pramesti (7), Fransisca Walandouw (13), dan Ni Komang Sitha Dewi Marino (2).

Mengawali kuarter pembuka, UEU mengambil inisiatif menyerang sejak awal dan memimpin 8-5 di paruh pertama kuarter pertama. Dari dua kehilangan penguasaan bola yang dibuat UPH, UEU mampu mencetak tiga poin. UEU juga membuat lima poin kesempatan kedua, berbanding UPH yang hanya membuat dua points of second chance itu.

Akan tetapi, UPH melesat di lima menit berikutnya dengan lari 13-1 atas lawannya. Kuarter pembuka berakhir dengan keunggulan 18-9 The Eagles, alias UPH Banten, atas rival beratnya itu.

Di kuarter ini, UPH memanfaatkan kelebihan mereka dalam penetrasi untuk menghasilkan delapan poin in the paint, sementara UEU nihil. Field goal UPH juga jauh lebih baik, 46% (6 field goal sukses dari 13 percobaan). UEU hanya mencatat field goal sebesar 12% (2/17). Leonita Angela menjadi pemain terproduktif di kuarter ini dengan tujuh poin buat UPH.

Jelang akhir kuarter pertama, UPH berganti strategi dengan menurunkan pemain cadangan dan hasilnya  menelurkan 13 angka saat kuarter dua, sementara Swans hanya lima poin. Michelle Kurniawan (6) bangkit dari bangku cadangan untuk menorehkan sembilan poin di kuarter ini buat UPH. Jane Charissa menghasilkan tujuh angka untuk UEU.

Namun The Swans, julukan UEU, bangkit di awal kuarter kedua. Mereka bisa membuat sembilan poin, sementara UPH hanya empat. Namun, Si Elang bisa menjauh lagi di bagian kedua kuarter kedua. Kedudukan 34-23 untuk The Eagles menutup paruh pertama grand final ini.

Sang Angsa membaik di kuarter ketiga. Mereka mendulang 14 poin untuk memangkas ketertinggalan mereka menjadi enam angka saja di akhir kuarter ketiga ini.  Dora Lovita (23) memimpin UEU dengan torehan lima poinnya di kuarter ketiga ini. Pemain andalan Swans ini juga membuat dua rebound untuk membawa tim juara bertahan itu menekan UPH.

Setelah kedudukan 43-37 di akhir kuarter ketiga itu, duel keras meningkat  di kuarter penutup. Saat kuarter akhir tersisa lima menit diterakhir,  UEU yang tertinggal empat poin (41-45 ) bermain lebih agresif (45-41) dan berhasil membalikkan skor menjadi  50-49, di tiga menit terakhir dan terus memegang perolehan poin  dengan keunggulan 58-53 pada sisa waktu 53 detik terakhir, sebelum akhirnya  mematri keunggulan 62-56 di akhir laga. 

"Saya mengatakan kepada para pemain untuk habis-habisan di kuarter keempat. Pemain-pemain yang memasuki tahun terakhir juga bersemangat untuk upaya terakhir. Kami juga bisa memanfaatkan kelelahan lawan karena kurangnya rotasi pemain. Kami bisa meredam pemain andalan mereka dengan bergantian melakukan penjagaan," ucap Abrizalt, pelatih UEU. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya