Bertekad Raih Medali untuk Indonesia

(Vky/R-3)
16/8/2018 01:30
Bertekad Raih Medali untuk Indonesia
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

CABANG rollersport pertama kali dipertandingan di multiajang Asian Games 2018. Laga cabang yang digelar di Jakabaring Sport City Roller, Palembang, Sumatra Selatan, itu akan melombakan dua nomor, yakni skateboard dan rollerskate atau sepatu roda.  
Kendati rollersport tidak sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, atlet rollersport diharapkan menyumbang medali untuk kontingen Indonesia di perhelatan olahraga empat tahunan Asia ke-18 kali ini.

Dari cabang itu terdapat sosok yang kerap menjadi sorotan media dan masyarakat. Bahkan, atlet yang baru berusia sembilan tahun itu diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen tuan rumah.

Siapakah sosok yang menjadi atlet termuda dan diharapkan turut mengharumkan nama Indonesia tersebut? Dia ialah Aliqqa Kayyisa Noverry, siswa kelas tiga di  Sekolah Dasar (SD) Kupu-Kupu, Menteng, Jakarta Pusat.  

Usiannya masih kanak-kanak, tetapi Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PP Perseori) telah memberi kepercayaan penuh kepada skateboarder Aliqqa untuk bersaing dengan atlet skateboard mancanegara di Asian Games 2018,  
Karena usianya yang masih sangat belia, kemampuan Aliqqa sempat diragukan. Namun, aksinya di arena pertandingan justru telah disejajarkan dengan skateboarder senior nasional Pevi Permana.  

Bahkan, putri pasangan Noverry dan Nin Hardi tersebut mulai mengenal dan bergelut dengan dunia skateboard sejak masih duduk di bangku kelas 1 SD.   

Ibunda Aliqqa, Nin Hardi, mengatakan putrinya bersentuhan dengan olahraga skateboard sejak berusia tujuh tahun. Olahraga tersebut dikenalkan kepada Aliqqa oleh saudara sepupunya.

“Terus kita main bareng, aku langsung suka dan minta dibelikan (papan skate). Aku sampai merengek ke orangtua minta diberikan papan skate pas kelas satu SD,” kenang Aliqqa.

Nin Hardi tak bisa menolak keinginan kuat putrinya. Dari situ, Aliqqa dibelikan skateboard. Seiring bertambahnya waktu dengan bimbingan pelatihnya, Aliqqa menguasai olahraha skateboard.  

“Aku belajar skateboard dari pelatih, ada Om Tony (Sruntul). Sebenarnya dulu tuh banyak yang bantu aku, misalnya Om Nanang, Om Kiting (Ridwan) juga sering bantu aku,” ujar Aliqqa.

Tony (Sruntul) yang dimaksud ialah Anthony ‘Tony Sruntul’ Adam Caya yang dikenal sebagai salah satu generasi awal skateboard di Indonesia.

Saat ditanya soal target di multiajang Asian Games 2018, Aliqqa menjawab, “Targetnya sih masuk final saja dulu karena berat-berat lawannya, tapi alhamdulillah jika dapat bonus emas,” ucap Aliqqa. (Vky/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya