Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KLUB asal Skotlandia Celtic harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari pentas Liga Champions Eropa. Tim yang diasuh mantan manajer Liverpool Brendan Rogers ini kalah bersaing dengan wakil Yunani AEK Athens pada babak kualifikasi ketiga Liga Champions Eropa.
Celtic ditahan imbang 1-1 di kandang sendiri pekan lalu, meski lawan bermainnya hanya dengan 10 pemain. Kesempatan emas yang terbuang sia-sia tersebut akhirnya menjadi 'senjata makan tuan' di pertemuan kedua. Celtic yang berkunjung ke markas lawan di Olympiako Stadio harus menerima kekalahan tipis 2-1, pada Rabu (15/8) dini hari. 'Hoops'-julukan Celtic- pun tersingkir dengan aggregat 3-2.
AEK Athens sudah memberikan tekanan sejak menit keenam ketika Rodrigo Galo mencetak gol pertama. Hal ini membuat Celtic kelabakan karena tertinggal secara aggregat. Situasi semakin pelik bagi tim tamu karena lima menit babak kedua berjalan, AEK Athens menambah jarak. Kali ini giliran mantan penyerang Inter Milan Marko Livaja yang merobek gawang Craig Gordon.
Keunggulan ini membuat Andre Simoes dkk lantas bertahan penuh. Celtic sempat mencetak gol memperkecil ketertinggalan melalui Scott Sinclair. Namun, sisa waktu tidak ada lagi perubahan angka di papan skor. Kedudukan 2-1 menjadi hasil akhir.
"Saya pikir ini pertadingan yang kita kuasai dan punya kans lebih besar untuk menang. Kami memberi mereka banyak masalah, tapi anda harus bermain lebih baik dari yang kami lakukan saat ini," kata Rodgers usai pertandingan.
Sang pemenang akan menghadapi tim asal Hungaria MOL Vidi untuk berebut satu tiket ke putaran final Liga Champions Eropa. Sedangkan, Celtic akan menuju babak play off Liga Europa pasca kegagalan ketiga beruntun untuk berpartisipasi di turnamen tertinggi di Eropa tersebut. Mereka akan menghadapi tim antah berantah asal Latvia Latvia Spartaks Jurmala atau wakil Lithuania Suduva pada fase tersebut.
"Saya tidak ingin membuat alasan karena ini. Saya selalu mengatakan kami perlu lebih aktif di bursa transfer dan semoga kami melakukannya sekarang. Sangat penting bahwa kami memiliki kualitas untuk bersaing di Eropa tahun ini." imbuh Rodgers.
Raksasa Rusia
Kegagalan Celtic di babak yang sama juga diikuti raksasa Rusia Spartak Moskow. Bahkan, biang keladinya pun sama-sama tim asal Yunani. Spartak harus tersisih setelah ditahan imbang 0-0 oleh PAOK saat melakoni laga leg kedua di Otkrytiye Arena, Rabu (15/8) dini hari.
Hasil ini tentu tak cukup untuk membuat Spartak meraih tiket ke babak play off. Pasalnya di pertemuan pertama pekan lalu, tim asuhan Massimo Carrera harus menelan kekalahan 2-3 atas PAOK.
Akan tetapi, usaha tim berjuluk 'Myaso' untuk setidaknya mencetak satu gol gagal terwujud. Salah satu alasannya karena Spartak harus kehilangan satu pemainnya sejak menit ke-33.
Penyerang utama Luiz Adriano dikartumerahkan wasit setelah tertangkap kamera memukul perut bek PAOK, Jose Crespo. Kondisi ini membuat permainan Spartak sulit berkembang meski mencoba untuk menyerang. Hingga peluit panjang, skor 0-0 tak berubah. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved