Wisma Atlet Kemayoran Dipuji Atlet Asian Games 2018

Nurul Fadillah
13/8/2018 15:54
Wisma Atlet Kemayoran Dipuji Atlet Asian Games 2018
(AFP)

KETUA Umum Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan, sejauh ini para atlet yang sudah menggunakan fasilitas Wisma Atlet merasa puas. Mereka bahkan berpendapat bahwa fasilitas di Indonesia lebih bagus daripada tempat menginap mereka pada saat Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

"Saya sudah meninjau Wisma Atlet, dan Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan dengan lancar. Bahkan, mereka sangat kaget semua fasilitas yang ada di Indonesia lebih bagus dari Incheon dan itu dibuat statement juga dari Dewan Olimpiade Asia, Wei Jizhong, Wakil Presiden Dewan Kehormatan Olimpiade Asia," ujar Erick saat dijumpai media di Kantor Balai Kota, DKI Jakarta, Senin (13/8).

Kurang dari sepekan jelang pembukaan Asian Games 2018, atlet dan official dari negara-negara peserta sudah mulai memenuhi kawasan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Hingga Senin (13/8) sebanyak 1.000 atlet sudah tiba di Wisma Atlet, dan jumlahnya akan terus bertambah menjelang pembukaan. Erick menyebut, jumlah atlet diperkirakan mencapai 6.500 orang sampai 18 Agustus mendatang.

"Saya sudah cek ke Wisma Atlet terutama di bagian service dan semua Alhamdulillah berjalan dengan baik. Makanannya juga sudah ada dan bagus. Meskipun tidak ada yang sempurna, tetapi segala kekurangan selalu kita perbaiki," tambah Erick.

Atlet yang sudah tiba yakni untuk cabang olahraga bola tangan (handball) dan basket. Sementara itu, untuk atlet lain yang mulai bertanding pada 18 Agustus-2 September akan tiba di Wisma Atlet, dua hari sebelum pertandingan dan keluar dari Wisma Atlet, satu hari setelah pertandingan.

"Tapi kalau mau tinggal lebih lama, tentu saja bayarannya harus nambah. Selain itu, ada juga beberapa negara yang memutuskan untuk membayar hotel sendiri, contoh kontingen sepakbola dari Uni Emirat Arab, mereka sudah kami sediakan hotel di Bandung, jumlahnya 15 kamar yang dia butuhkan 30 kamar akhirnya bayar sendiri. Begitu juga dengan Qatar, sudah disiapkan 3 kamar di Jakarta, mereka justru sewa salah satu hotel paling mahal di Jakarta untuk 29 kamar selama 3 minggu," jelas Erick. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya