Kendati Ada Kendala Tim Siap Berprestasi

NURUL FADILLAH
11/8/2018 23:40
Kendati Ada Kendala Tim Siap Berprestasi
(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

PARA pemanah Indonesia akan memulai perjuangan di laga Asian Games 2018  pada 21-28 Agustus mendatang. Sebanyak 16 atlet akan menjadi tumpuan dan harapan bangsa untuk menorehkan prestasi terbaik dalam multiajang terbesar di Asia tersebut.
Dalam sejarah keterlibatan Indonesia di multiajang level Asia pada 1994, para pemanah Tanah Air masih sulit bersaing. Indonesia menduduki peringkat ke-11 sebagai negara peraih medali terbanyak di Asian Games, cabang panahan menorehkan 2 perak dan 1 perunggu.

Pada Asian Games 1994 di Hiroshima, Jepang, para Serikandi Indonesia menorehkan prestasi terbaik dengan merebut medali perak dari nomor tim recurve putri. Semenjak itu, tak satu pun medali berhasil dibawa pulang para Serikandi maupun Arjuna Indonesia.
Kini Indonesia kembali menorehkan sejarah menjadi tuan rumah Asian Games untuk kedua kalinya. Pertama kali Indonesia menjadi pelaksana Asian Games 1962.

Dengan menjadi tuan rumah, saatnya para pemanah untuk turut mencetak sejarah prestasi terbaik. Kali ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) me-nargetkan satu medali emas  kepada para Serikandi dan Arjuna Nusantara.

Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah para pengelola kebijakan telah membekali modal yang cukup untuk mendukung para pemanah mencapai target tersebut? Dalam persiapan menghadapi Asian Games 2018, para pemanah dijanjikan anggaran sebesar Rp9,8 miliar.

Namun, pada awal tahun ini baru dikucurkan 70% dari anggaran yang dijanjikan atau Rp6.862.800.000. Sisa anggaran menyusul setelah ada laporan penggunaan anggaran di  April. Dana itu digunakan berbagai kebutuhan dari  honor atlet dan pelatih, peralatan, training camp, try-out hingga akomodasi. Dengan dana dari pemerintah, para pemanah bisa menjalani laga uji coba ke ajang Asia Cup Bangkok 2018 pada Maret lalu, Kejuaraan Dunia Shanghai, Tiongkok, pada April lalu, dan terakhir Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Turki pada Juni lalu.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) Alman Hudri menilai pemerintah sudah memberikan dukungan yang cukup kepad para pemanah.

“Jika dibandingkan persiapan kita saat menghadapi SEA Games Kuala Lumpur 2017, persiapan 2018 sebetulnya sudah dimulai dengan arah yang lebih baik,” ujar Alman beberapa waktu lalu.

“Karena kita tidak melihat kekurangan dari penganggaran. Sekarang dana sudah diberikan kepada induk organisasi dan pandai-pandainya kita saja untuk memanfaatkan dana tersebut,” tambah Alman.

Kendala peralatan
Di tengah persiapan menuju Asian Games, para pemanah sempat diterpa kendala peralatan. Saat terlibat di ajang test event road to Asian Games 2018 yang berlangsung Februari lalu, para pemanah belum juga didukung dengan peralatan yang baru.

Soal keterlambatan peralat­an disebabkan proses administrasi pencairan anggaran pelatnas. Pengurus PP Perpani lambat menandatangani nota kesepahaman anggaran dengan Kemenpora. Peralatan baru datang pada Juni atau dua bulan jelang pelaksanaan Asian Games 2018.

 “Selama alat baru belum datang terpaksa atlet berlatih dengan alat-alat lama mereka,” kata Denny Trisyanto, Kepala Pelatih Timnas Panahan Indonesia. (R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya