Bertekad untuk Melampaui Ekspektasi

(Rul/R-3)
11/8/2018 23:20
Bertekad untuk Melampaui Ekspektasi
(DOK.INSTAGRAM)

UNTUK pertama kali mengikuti Asian Games serta Indonesia kembali sebagai tuan rumah Asian Games menjadi momentum bagi Riau Ega Aga­tha Salsabila untuk bersinar. Pemanah kelahiran Blitar, 25 November 1991 itu menjadi andalan Merah Putih untuk menyumbang pundi-pundi emas yang bakal mendongkrak prestasi di perhelatan pesta olahraga Asia empat tahunan itu.

Ega menjadi tumpuan Indonesia di ajang Olimpiade Rio 2016 dan mampu melangkah hingga babak 16 besar. Ia berhasil mengalahkan juara dunia panahan, Kim Woo-jin asal Korea Selatan di babak 32 besar.  Ega juga menyabet tiga emas di multiajang SEA Games 2011, 2015, dan 2017, serta satu emas di Islamic Solidarity Games 2013 Palembang.

Namun, level multiajang Asia, bagi atlet berusia 26 tahun, merupakan pengalaman perdananya. Pasalnya, sebelumnya Ega tidak termasuk dalam skuat Asian Games 2010 dan 2014.  Karena itu, Ega tak ingin menyia-nyiakan kesempatan mengukir sejarah bagi dirinya dan Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dia ingin melebihi ekspektasi dengan menyabet lebih dari satu emas di Asian Games 2018.

“Emas Asian Games ialah salah satu cita-cita saya juga soalnya saya tiga kali ikut tes Asian Games ya akhirnya baru kali ini bisa masuk tim inti,” ucap Ega.

“Jadi, 2010 saya enggak masuk karena saat itu hanya jadi pelapis keempat jadi saya sadar diri Asian Games hanya sekadar impian. Kalau 2014 itu, saya sempat masuk proyeksi cuma karena tidak ada kejelasan dari PB fixed berangkat atau tidak akhirnya saya memutuskan fokus kuliah,” jelas Ega kepada Media Indonesia.

“Ya, setelah kuliah selesai, saya bisa fokus di Asian Games ini. Target dari pelatih sebetulnya tidak ditekankan harus dapat medali cuma mereka hanya memotivasi bahwa kami mampu dan kami bisa,” papar Ega.

“Namun, kalau pribadi, saya menginginkan emas di semua nomor, sudah latihan lama-lama kalau niatnya bukan emas kan enggak benar juga,” tambah Ega.  Di Asian Games 2018, Ega akan bertanding di tiga nomor pertandingan, yaitu individu putra, beregu putra, dan ganda campuran. Ega pun mengakui, di nomor-nomor itu, Korea Selatan masih menjadi pesaing terkuat yang harus dihadapi.

“Sebetulnya persaingan di nomor putra itu lebih merata, ada Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Jepang, India, Vietnam, tetapi memang Korea Selatan yang lebih stabil. Namun, saya pernah mengalahkan juara dunia  Kim di Rio Janeiro, Brasil, dan ambisi pribadi saya tentu ingin mengalahkan dia lagi,” pungkas Ega. (Rul/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya