Jangan Sampai Salah Langkah

(Budi Ernanto/R-2)
09/8/2018 01:45
Jangan Sampai Salah Langkah
(Ist)

DI Asian Games 2018, Indonesia menjadikan panjat tebing sebagai lumbung medali emas. Diharapkan dengan adanya hasil terbaik dari para pemanjat nasional, Indonesia bisa menembus target 10 besar.
FPTI sebagai induk cabang olahraga panjat tebing pun sudah menyiapkan para atlet sejak tahun lalu. Dari beberapa turnamen yang diikuti, ada atlet yang berhasil menjadi juara dunia dan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk lebih baik dari Asian Games 2014.
Seperti apa gambaran persaingan pemanjat Indonesia di Asian Games tahun ini? Berikut merupakan petikan wawancara Media Indonesia dengan Kepala Pelatih FPTI, Caly Setiawan.

Bagaimana gambaran umum persiapan para atlet?
Di atas kertas, kami optimistis capai target yang ditetapkan. Semua perkembangan sangat positif.

Salah satu jagoan kita di nomor putri perorangan ialah Aries Susanti. Memang seperti apa peluangnya untuk meraih medali emas?
Aries harus bisa mencatatkan waktu 7,8 atau 7,9 detik. Paling aman lagi kalau bisa 7,5 atau 7,6 detik. Waktu terbaik Aries 7,68 detik. Di tingkat Asia, kategori speed putri tidak sekompetitif putra.

Selain Aries, siapa lagi yang diunggulkan di sektor putri perorangan?
Ada Puji Lestari. Kita harapkan dia bisa membuat kejutan.

Siapa lawan terberat sektor putri?
Saya lebih memilih untuk mengatakan bahwa semua lawan merupakan pesaing berat.

Bagaimana dengan peluang di sektor putra?
Cukup berat. Atlet yang turun di nomor speed jika ingin bisa masuk papan atas tidak cukup hanya terjun di Asian Games. Mereka harus ikut rangkaian kejuaraan dunia. Harus bisa setidaknya 50% dari jumlah seri kejuaraan dunia yg ada.

Untuk nomor pertandingan combine?
Kami tidak punya banyak target. Jepang dan Korea Selatan punya atlet yang sudah pernah jadi juara dunia. Kami lebih memilih untuk menyiapkan atlet kami di nomor combine untuk bisa ikut Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Strategi pemenangan nanti di Asian Games?
Jangan sampai salah langkah, salah gerakan.

Bagaimana menjadikan pemanjat muda bisa ikut berprestasi seperti seniornya?
Banyak faktor penentu agar bisa mencetak prestasi. Apalagi untuk atlet muda kami yang diterjunkan di nomor combine. Pembinaan atlet combine butuh kebijakan olahraga yang strategis. Selalu ikut kejuaraan tidak menjamin prestasi. Latihan paling menentukan. Karena itu, kita harus punya program latihan jangka panjang. (Budi Ernanto/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya