Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI sebuah cabang olahraga, panjat tebing mungkin tidak sepopuler yang lain semisal sepak bola, bulu tangkis, voli, atau basket. Namun, berbicara prestasi di tingkat internasional, cabang panjat tebing sepertinya tidak kalah dengan cabang-cabang tersebut, bahkan mungkin lebih hebat. Tidak mengherankan, jika target besar dibebankan pada cabang tersebut di Asian Games 2018.
Menjelang Asian Games 2018 yang akan dimulai sebentar lagi, para atlet panjat tebing Indonesia mulai mengurangi frekuensi latihan fisik mereka. Apa yang dilakukan saat ini sebagai pemanasan jelang mereka bertempur mengangkat harkat dan martabat bangsa ialah dengan cara menjalani simulasi pertandingan.
“Setelah latihan sejak tahun lalu dan juga mengikuti rangkaian try out di luar negeri dan try in di dalam negeri, kami sekarang memulai pekan kompetisi. Maksudnya, lebih banyak simulasi pertandingan untuk semua nomor, apakah itu speed, combine, dan speed relay team,” kata manajer tim panjat tebing, Wahyu Pristiawan kepada Media Indonesia, Rabu (8/8).
Panjat tebing memang akan menjadi salah satu cabang olahraga yang ditargetkan mendapat medali emas. Nomor andalannya tentu berasal dari speed perorangan putri dengan atletnya yang bernama Aries Susanti. Dia merupakan peraih podium pertama di salah satu seri kejuaraan dunia, yang berlangsung di Tiongkok, 5-7 Mei Rabu (8/8).
Wahyu mengatakan bahwa dengan modal gelar juara dunia, sudah seharusnya kemenangan akan didapat di Asian Games nanti. Karena itu para atlet yang sudah mencapai level internasional selalu ditekankan bahwa Asian Games merupakan bonus dari tujuan yang lebih besar.
“Atlet panjat tebing Indonesia di nomor speed sudah punya sejarah di level dunia. Karena itu, kami juga bilang bahwa tidak ada yang istimewa jika menjadi juara Asia. Juara di tingkat Asia sudah sepatutnya karena kalau tidak, kita tidak bisa pertahankan tradisi yang sudah dimulai oleh legenda panjat tebing nasional, seperti Etty Hendrawati dan Evi Neliwati,” tutur Wahyu.
Selain sudah pernah menjadi juara dunia, Aries dan atlet lainnya juga bisa memanfaatkan keuntungan dari Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. Dengan arena yang ada di rumah sendiri, para atlet sudah mengetahui medan tempur yang akan dijumpai. Dari pengakuan Wahyu, pihaknya telah berhasil mendesak agar pembangunan arena bisa segera rampung, guna bisa dijajal oleh Aries, dkk.
“Kami sudah berlatih selama 10 hari pada Juli kemarin. Pada prinsipnya, kami memperbesar kemungkinan untuk menang. Sudah tahu cuacanya seperti apa, rasanya berdiri di tengah sorotan publik sendiri juga bisa diprediksi, tapi kami tidak mengandalkan karakter cuaca Indonesia sebagai penentu kemenangan. Saya pikir, Indonesia sudah sangat adil karena menggelar pertandingan pada pagi dan sore menuju malam hari,” pungkas Wahyu.
Pemetaan kekuatan
Kepala pelatih FPTI Caly Setiawan mengatakan, nomor speed putra perorangan tidak memiliki peluang yang sama besar dengan nomor speed putri perorangan. Di speed perorangan putra, lawan berat Indonesia ialah Reza Alipour Shena, pemegang gelar juara dunia dan juga pencatat rekor waktu memanjat tercepat di muka bumi.
Namun, Reza diperkirakan bakal menjadi satu-satunya tumpuan Iran untuk mendulang medali. Ada kemungkinan Indonesia bisa mencuri medali emas di nomor speed relay team. “Nah, masalahnya, Alipour Shena bisa membuat jarak waktu yang besar jika dia menjadi pemanjat pertama,” kata Caly.
Selain Iran, Caly memperkirakan tidak ada lagi negara yang dianggap menjadi rival berat. Meski demikian, Caly selalu menekankan ke atletnya bahwa semua lawan tetap punya peluang untuk menang. “Di Kejuaraan Asia tahun lalu, Kazakhstan secera tidak terduga menampilkan pemanjatnya yang tampil dengan impresif sehingga kita tidak boleh begitu saja meremehkan lawan-lawan kita nanti,” kata Caly. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved