INAPGOC Minta Bandara Halim dan Ngurah Rai Lakukan Simulasi Penyambutan Kontingen

Budi Ernanto
07/8/2018 19:07
INAPGOC Minta Bandara Halim dan Ngurah Rai Lakukan Simulasi Penyambutan Kontingen
(MI/Nurul Fadillah )

KETUA Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari meminta agar simulasi penyambutan kontingen peserta Asian Para Games 2018 juga dilakukan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Ngurah Rai, Bali. Sejauh ini, simulasi sudah dilakukan hingga enam kali sejak akhir tahun lalu di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

"Semua terminal di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim dipakai. Kontingen Timor Leste dan Kepulauan Fiji akan datang ke Jakarta melalui Bandara Ngurah Rai. Kontingen besar akan pakai Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta," kata Oktohari sebelum memulai acara simulasi penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/8).

Untuk kontingen yang jumlahnya banyak berasal dari Tiongkok, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Jumlah atlet dan official untuk satu negara bisa mencapai 100-400 orang. Oktohari meminta agar persiapan penyambutan dilakukan maksimal karena sebagian besar merupakan pengguna kursi roda dan tongkat.

"Tantangan paling berat, ialah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Terminal 3 sangat luas dan bagi pengguna tongkat jangan sampai mereka tangannya lecet akibat berjalan terlalu jauh baik dari pesawat ke imigrasi dan dari situ ke luar bandara. Jadi, kita harus sambut sejak mereka turun dari pesawat hingga dijemput," kata Oktohari.

Dari simulasi yang dilakukan, didapat waktu rata-rata 7-10 menit untuk membawa atlet dan rombongannya dari pesawat menuju keluar bandara dengan menggunakan kursi roda. Namun, perkiraan waktu tempuh tersebut tanpa menyertakan sang atlet harus singgah terlebih dahulu ke toilet maupun melakukan aktivitas lain.

"Sebenarnya kita bukan mencari waktu tercepat. Apa yang utama, ialah membuat tamu kita nyaman. Saya pernah jadi kontingen di sebuah ajang olahraga internasional dan disambut dengan baik. Saya tidak dibuat buru-buru ke luar bandara, karena kan pasti ingin istirahat sejenak setelah lama di dalam pesawat," kata Oktohari.

Adapun di Bandara Soekarno-Hatta, ada sekitar 400 kursi roda yang akan digunakan saat para kontingen tiba. Jumlah tersebut dinilai kurang karena diperkirakan ada 1.400 pengguna kursi roda yang akan datang ke ajang yang bakal berlangsung pada 6-13 Oktober itu.

"Tapi, kayaknya cukup karena pasti ada yang bawa kursi roda sendiri," kata Direktur Keberangkatan-Kedatangan dan Logistik Inapgoc Andrianto Soedjiwo.

Kedatangan kontingen peserta Asian Para Games diperkirakan mulai terjadi pada sepekan sebelum Asian Para Games dibuka pada 6 Oktober. Sementara jadwal pulang diprediksi satu atau dua hari setelah penutupan pada 13 Oktober.

"Inapgoc akan mengerahkan sekitar 180 relawan di Bandara Soekarno Hatta. Jumlah relawan di semua bandara mencapai 250 orang," pungkas Andrianto. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya