Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VENUE dayung Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang diklaim merupakan salah satu yang terbaik di Asia. Bahkan, venue ini diklaim lebih baik daripada yang akan digunakan di Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang.
Lokasi lomba ini dibangun dengan luas area mencapai 80 ribu meter persegi dengan panjang lintasan 2.200 meter serta kedalaman mencapai 5 meter. Dilengkapi 1.400 kursi penonton, rowing tank, start tower hingga ergometer sebagai salah satu syarat cabang olahraga dayung.
Akan tetapi, terdapat tantangan besar bagi PB PODSI setelah Indonesia memiliki lintasan dayung terbaik yaitu menjaga sekaligus memaksimalkan venue tersebut. Berikut wawancara dengan Wakil Ketua Umum PB PODSI Budiman Setiawan terkait dengan kiat menjaga venue dayung di JSC.
Venue dayung di Jakabaring terbaik di Asia. Prospek ke depannya seperti apa?
Sangat menguntungkan khususnya untuk kejuaraan nasional, untuk tim provinsi kalau mau latihan, mungkin juga untuk tim luar negeri yang musim dingin di Eropa mau latihan, ya, silakan. Venue itu juga sangat bagus untuk event internasional. Kita juga akan meminta nanti kualifikasi Olimpiade untuk Asia di Jakabaring. Akan tetapi, untuk pelatnas tidak.
Kenapa tidak dimanfaatkan untuk pelatnas?
Kita akan manfaatkan di Pangalengan, Jawa Barat, karena pertimbangannya di sana lebih pas dari sisi cuaca atau kondisi iklimnya. Kalau Jakabaring itu lembab dan panas. Namun, Pangalengan itu tidak bisa dikembangkan sebagai venue melihat model danaunya, kemudian akomodasi ke lokasi. Saya juga berkaca dengan Tiongkok. Di sana venue perlombaan tidak digunakan untuk lokasi latihan.
Bagaimana cara PB PODSI untuk ikut menjaga venue dayung di JSC?
Masalah setelah Asian Games 2018, untuk stadion dan tribune akan diserahkan ke Pemda. Ada saran dari teman-teman di PODSI untuk kita kelola sendiri untuk mencari uang di event olahraga, tapi saya belum terpikir. Yang pasti kita akan minta, tempat gudang penyimpanan perahu itu.
Mengapa PODSI sangat fokus untuk memaksimalkan venue yang ada?
Kita tidak ingin pembangunan venue dayung untuk PON terulang. Venue PON mulai 2004, 2008, 2012 dibangun dengan biaya puluhan miliar, tapi setelahnya nol, tidak ada apa-apanya. Entah apa yang mereka pikirkan, entah ada politis atau seperti apa, tiga venue PON itu terbengkalai.
Terlepas dari urusan venue, bagaimana persiapan atlet-atlet di bawah bimbingan PB PODSI jelang Asian Games 2018?
Pada 2018, kita memang fokus di Asian Games. Pelatnas kita gelar secara berkesinambungan. Tidak bisa jelang Asian Games baru pelatnas seperti zaman dulu. Akan tetapi, target kita satu medali emas di rowing, satu di kano, dan satu di perahu naga.
Pesaing utama Indonesia di Asian Games 2018?
Kalau di dayung pesaing terberat adalah Tiongkok, yang lainnya lebih merata. India kuat di beberapa nomor, Vietnam juga bagus, tapi kami mencoba melihat peluang. Di kano, selain Tiongkok, ada Uzbekistan dan Kazakhstan. Mereka negara pecahan Uni Soviet, jadi di cabor-cabor Olimpiade mereka punya concern. (Sat/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved