Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CABANG dayung, kano, dan perahu naga yang berada di bawah bimbingan PB Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODSI) menjadi salah satu tumpuan Indonesia di pergelaran Asian Games 2018. Dari sanalah, harapan setidaknya tiga medali emas akan didapat.
"Kami menargetkan setidaknya masing-masing satu medali emas di rowing, kano, dan traditional boat race (perahu naga). Soal nomornya tak perlu dibeberkan, itu bagian dari strategi," kata Wakil Ketua Umum PB PODSI, Budiman Setiawan, di Jakarta, beberapa saat lalu.
Meski tidak melulu meraih emas, PB PODSI selalu menjadi langganan penyumbang medali selama lima edisi Asian Games sebelumnya. Dua perak dipersembahkan dari nomor K4 1000 meter kano putra dan men's single sculls yang diraih Lasmin pada Asian Games 1998.
Pada dua edisi setelahnya, dayung hanya mampu menyumbang medali perunggu. Satu keping pada Asian Games 2002 di Busan Korea Selatan dan dua keping lainnya saat perhelatan di Doha Qatar empat tahun kemudian.
Prestasi PB PODSI berada di puncak pada 2010. Melalui cabor perahu naga, federasi olahraga yang saat ini dipimpin Menteri (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) PU-Pera Basuki Hadimuljono sukses menyelamatkan wajah Indonesia. Kala itu, tiga emas dan tiga perak diperoleh Marjuki dan kawan-kawan sekaligus mengangkat posisi Indonesia di klasemen terakhir.
Akan tetapi, prestasi yang sama tidak dapat diulang pada Asian Games berikutnya di Incheon 2014. Pasalnya, nomor perahu naga dihapus dari penyelenggaraan sehingga tambahan medali PB PODSI disumbangkan dayung yang memperoleh satu medali perunggu.
Khusus dayung, pelatih Muhammad Hadris berharap anak asuhnya mampu melebihi target. Nomor light men's eight (LM8+) dan light men's four (LM4+) menjadi tumpuan utama.
Keyakinan Hadris berdasarkan hasil latihan dan uji coba selama pemusatan latihan di Belanda. Kans terbesar meraih medali emas datang dari nomor LM8+.
"Kita ikuti beberapa event di sini (Belanda). Hasilnya, di Holland Beker (sebuah kejuaraan dayung di Belanda), kita juara. Kita kalahkan Hong Kong yang akan menjadi lawan kita di Asian Games. Peluang kita bisa jadi 70:30 di nomor ini. Lawan lainnya India, Vietnam, dan Myanmar juga sudah sering kita kalahkan di momen lainnya," kata Hadris.
Hadris menyebut pemusatan latihan di Belanda yang dimulai sejak akhir Mei berjalan dengan lancar. "Persiapan menuju kompetisi sangat baik. Performa anak-anak terus meningkat. Insya Allah memberikan yang terbaik," imbuhnya.
Kano slalom
Rasa optimistis untuk memberikan prestasi terbaik juga hadir dari nomor kano slalom. Optimisme ini muncul karena atlet-atlet kano slalom telah melakukan persiapan matang dan beradaptasi dengan venue yang akan dipergunakan saat Asian Games 2018 di Bendungan Rentang, Majalengka.
Pelatih kano slalom Uyun Gunawan menyebut anak didiknya sudah siap untuk mempersembahkan medali di perhelatan utama pertengahan bulan ini.
"Persiapan kami sangat bagus. Kami dapat beradaptasi lebih dahulu dengan venue Asian Games dan kami menguasainya. Kami sudah siap tampil," ujarnya. Pada nomor ini, Indonesia diperkuat enam atlet, tiga atlet putra dan putri. Mereka akan tampil di empat nomor, yakni K1 (kayak) putra-putri dan C1 (canoe) putra-putri. (sat)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved