Misi Besar untuk Cabang Anyar

Budi Ernanto
04/8/2018 00:50
Misi Besar untuk Cabang Anyar
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

DI Asian Games, paralayang merupakan cabang olahraga yang baru pertama kali dipertandingkan. Meski demikian, banyak negara yang sudah lama menggelutinya, termasuk Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Bahkan prestasi paralayang Indonesia di tingkat internasional sudah cukup banyak. Sebut saja, raihan satu medali emas pada Kejuaraan Dunia Paralayang nomor Ketepatan Mendarat atau Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) di Tatlisu, Turki, pada Februari silam. Emas di kejuaraan dunia itu dipersembahkan atlet putri, Rika Wijayanti.

Kemudian, pada Mei, lagu Indonesia Raya kembali berkumandang pada Kejuaraan Dunia Paralayang di Kazakhastan. Jafro Megawanto dan kawan-kawan mengalahkan para atlet dari sejumlah negara, seperti Republik Ceko dan Turki. Tidak tanggung-tanggung, tiga medali emas diraih untuk kategori individual putri dan putra, serta kategori beregu.

Dengan berbekal pencapaian tersebut, tidak mengherankan jika paralayang mendapat target dari pemerintah untuk menyumbangkan medali emas di Asian Games. “Dari paralayang minimal satu medali emas,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang meninjau arena paralayang di Puncak, Jawa Barat, pekan lalu.

Soal target tersebut, Manajer Tim Paralayang Indonesia Wahyu Yudha pernah mengatakan bahwa peluang medali emas memang datang dari atlet yang turun dari nomor ketepatan mendarat. Sampai saat ini, siapa atlet yang turun di nomor pertandingan itu belum ditentukan.
Sementara itu, untuk nomor lainnya, yakni cross country atau lintas alam, tidak menutup kemungkinan untuk bisa ikut mengharumkan nama bangsa dari angkasa. Kepala Pelatih Tim Paralayang Indonesia Gendon Subandono mengatakan nomor cross country punya potensi untuk ikut menyumbangkan medali mengingat para atletnya telah dipersenjatai peralatan yang dibutuhkan.

“Kita sudah mendapat peralatan yang paling top. Dengan begitu kita bisa bersaing dengan lawan-lawan nanti di Asian Games karena memang untuk nomor cross country, peralatan punya peran yang cukup besar untuk menentukan kemenangan. Sekarang setelah dibekali persenjataan yang mumpuni, tinggal menyerahkan ke kemampuan para atlet,” jelas Gendon.

"Secara umum, kami sudah siap berlaga di Asian Games. Di fase akhir latihan, kami fokus melatih penerjunan, sekaligus pemantapan di berbagai aspek agar bisa tampil sempurna saat pertandingan dan bisa bersaing dengan negara-negara yang jadi rival berat, seperti Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan,” pungkas Gendon.

Arena terbaik
Walau Asian Games digelar di Jakarta dan Palembang (Sumatra Selatan), paralayang tidak dipertandingkan di dua kota tersebut, tetapi di kawasan Puncak, Jawa Barat. Setelah dilakukan renovasi, arena paralayang disebut Imam merupakan lokasi kompetisi yang dapat diwariskan untuk para atlet paralayang di masa yang akan datang.

"Bagus, jalan menuju ke lokasi sangat bagus. Arena paralayang saya kira akan menjadi berkah dari penyelenggaraan Asian Games. Ada warisan yang bisa ditinggalkan dan ke depan saya kira akan banyak prestasi yang ditoreh dengan adanya arena yang luar biasa ini, terbaik di Indonesia,“ kata Imam.

Untuk detail dari arena tersebut, Gendon menjelaskan bahwa ada dua tempat yang akan dipakai saat Asian Games, yakni Bukit 250 Gunung Mas, Puncak untuk nomor akurasi, dan Bukit Pasir Sumbul, Cianjur, untuk nomor lintas alam.

"Bukit Pasir Sumbul merupakan arena lama yang direnovasi. Ini arena terbaik di Indonesia, cukup punya prestasi di Puncak untuk lintas alam," kata Gendon yang mengatakan sebelumnya bahwa arena paralayang hanya di Gunung Mas, tetapi karena ketinggiannya hanya 250 m kurang cocok bagi lintas alam. (Ant/R-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya