Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBICARA soal sektor ganda putra Indonesia, rasanya tidak lengkap jika hanya membahas pemainnya. Di balik kesuksesan para atlet tentu ada peran besar dari sang pelatih, Herry Iman Pierngadi.
Herry tentu menjadi salah satu bagian yang turut memoles dan berperan mendukung kesuksesan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang performanya tengah meroket belakangan ini.
Pria yang akrab disapa ‘Coach Herry’ ini merupakan penerus Chritian Hadinata. Dia memulai kariernya sebagai pelatih senior pada 1999.
Sebelumnya Herry sudah menangani atlet junior sejak 1993. Ketika melatih atlet senior, hasil gemilang pernah didapatnya, seperti juara All England melalui Candra Wijaya/Tony Gunawan pada 1999.
Herry yang kini berusia 56 tahun tersebut mengaku masih mempunyai impian yang sepertinya akan segera terwujud, yakni memiliki pasangan ganda putra yang tangguh.
Kini sudah ada Marcus/Kevin dan kemudian juga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Kedua pasangan itu akan membuktikan bahwa mereka mampu tampil impresif di Asian Games.
Namun, dua pasangan tersebut dinilai belum memadai. Bersama Aryono Miranat, asisten pelatih ganda putra, Herry juga menggembleng beberapa nama lain, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Berry Angriawan/Hardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso. Sebenarnya pasangan Ahsan/Hendra dan Berry/Hardianto bukanlah nama baru di dunia bulu tangkis Indonesia.
Namun, untuk Asian Games 2018, hanya Ahsan yang diturunkan untuk memperkuat tim ‘Merah Putih’ di nomor beregu. Sementara itu, Wahyu/Ade yang masih muda, sedang berusaha untuk bisa mengikuti langkah para seniornya.
Herry pernah mengatakan bahwa Indonesia memang dikenal memiliki banyak pemain ganda putra yang berkualitas. Namun, kemunculan Marcus/Kevin misalnya, bukanlah tanpa sebab.
Marcus/Kevin merupakan didikan yang sudah ditempa tim pelatih ganda putra sejak dini. Bahkan, sejak mereka belum ikut program pelatnas, didikannya sudah seperti apa yang diterapkan Herry di pelatnas.
“Kebanyakan klub kan memiliki pelatih yang merupakan mantan pemain nasional. Karena itu, bisa dibilang sejak dari klub hingga ke pelatnas, pola latihan terlihat seragam,“ ungkap Herry.
“Regenerasi itu penting. Saya dan para pelatih lain tentu tidak akan berhenti sampai Marcus/Kevin saja, harus terbitkan pasangan lain,” kata dia. “Ke depannya, Fajar/Rian juga diharapkan bisa lebih baik lagi,” pungkas Herry. (Beo/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved