Jika Ingin Selamatkan Klub, Cabut Dulu Pembekuan PSSI
MI/Satria Sakti Utama
05/5/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang terus menyatakan ingin menyelamatkan klub, dinilai hanya omong kosong jika pembekuan PSSI tidak segera dicabut. Hal itu disampaikan General Manager Pusamania Borneo FC (PBFC) Aidil Fitri kepada wartawan, Selasa (5/5).
Masalah besar memang tengah menghantam eksistensi persepakbolaan Indonesia setelah intervensi yang dilakukan Menpora. Seperti beberapa manuver di antaranya membekukan PSSI per 17 April. Dan dilanjut keluarnya surat Menpora yang meminta Kapolri tidak mengeluarkan izin lanjutan kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015 yang sudah berjalan dua minggu.
Mengetahui adanya kerugian besar yang tanggung pihak klub dengen diberhentikannya kompetisi, Menpora pun kerap kali berucap kepada awak media ingin menyelamatkan klub. Akan tetapi apa yang disampaikan Menpora dipandang percuma oleh Aidil, jika tidak lebih dulu mencabut pembekuan yang dirinya lakukan kepada PSSI.
Pasalnya menurut pria berkepala plontos itu, jika pembekuan benar-benar dicabut dan kompetisi bisa kembali dijalankan oleh PSSI, barulah kerugian yang kini dialami klub bisa dikurangi. Karena biar bagaimana pun, tambah Aidil, hanya PSSI sebagai organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air yang berhak memutar roda kompetisi.
"Langkah-langkah yang harus dilakukan Menpora jika ingin menyelamatkan klub adalah, Menpora harus akui dulu PSSI dan cabut dulu pembekuan. Setelah itu baru putarkan kompetisi (di bawah PSSI), itu baru namanya menyelamatkan klub dari berbagai masalah yang kini terjadi," ungkap Aidil.
"Selain itu, jika Menpora ngotot menjalankan kompetisi di bawah mereka atau saya dengan di bawah tim transisi, itu arahnya kemana? Apakah diakui oleh FIFA? Saya yakin kompetisi akhirnya tidak akan jelas. Malahan yang ada, sanksi dari FIFA yang akan diterima sepak bola Indonesia," tutupnya.