Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUK olahraga atletik internasional (IAAF) menyatakan belum mau untuk membebaskan Rusia dari sanksi atas penggunaan doping. Hal tersebut diumumkan oleh IAAF pada akhir pekan ini atau 10 hari menjelang Kejuaraan Atletik Eropa diselenggarakan di Berlin, Jerman.
Perwakilan IAAF Rune Andersen mengatakan seluruh anggota dewan IAAF sudah secara bulat membuat keputusan bahwa federasi atletik Rusia (RUSAF) tetap dihukum.
"Namun, RUSAF telah banyak membuat kemajuan yang signifikan untuk memulihkan apa yang telah mencoreng mereka," kata Andersen.
Untuk bisa mencabut sanksi, kata Andersen, masih ada tiga tuntutan yang harus harus dipenuhi oleh RUSAF. Pertama, RUSAF harus membayar biaya operasional kepada IAAF yang telah membentuk satuan tugas untuk mengawal kasus doping tersebut.
Kedua, Lembaga Antidoping Rusia (RUSADA) juga harus bersih dari tuduhan terlibat dalam skandal doping dan mengakui bahwa ada keterlibatan dari pejabat Kementerian Olahraga Rusia terkait itu.
Terakhir, otoritas Rusia harus memberi akses ke laporan tes doping yang dilakukan RUSADA antara periode 2011-2015. Karena pada saat itu lah diyakini ada dugaan para atlet Rusia yang mengikuti sejumlah kompetisi olahraga internasional memakai doping.
Presiden RUSAF Dmitry Shlyakthtin mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil oleh IAAF. Dia pun menegaskan bersama jajarannya, bakal bekerja keras untuk bisa membereskan masalah doping yang membuat Rusia sempat dilarang ikut Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada Februari kemarin. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved