Atlet Harus Lebih Diperhatikan

Deri Dahuri
27/7/2018 03:30
Atlet Harus Lebih Diperhatikan
(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

CABANG paralayang ditargetkan bisa menyumbang satu medali emas untuk Indonesia pada Asian Games Jakarta-Pelembang 2018. Karena itu, mereka harus menyiapkan diri sebaik-baiknya.

Namun, di sisi lain pemerintah juga harus menyiapkan kebutuhan para atlet dengan baik. Hal itu diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat meninjau pelatnas Paralayang di Puncak, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Dalam kunjungan itu, Menpora memang mendapat keluhan dari atlet terkait dengan lamanya keluar hasil pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengidentifikasi cedera atlet di Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Sementara itu, dokter belum bisa mengambil tindakan sebelum hasil MRI keluar. "Kami hanya menyampaikan, olahraga paralayang itu penuh risiko sehingga perlu ada asuransi. Kalau ada terjadi sesuatu, bisa langsung bisa ditangani," kata pelatih timnas paralayang, Gendon Subandono.

Tercatat sudah lebih dari satu bulan hasil pemeriksaan MRI tiga atlet paralayang belum diterbitkan pihak RSON. Setelah mendapat laporan itu, Imam pun langsung menelepon dirut rumah sakit tersebut.

"Saya sudah minta jawaban besok, pukul 09.00 sudah dibaca. Kalau bisa malam ini. Atlet tidak boleh cedera," tegas Menpora.

Selain itu, Imam mendapat masukan agar obat-obatan para atlet diperiksa secara intens. Hal itu penting karena atlet bisa didiskualifikasi jika obat yang dikonsumsi atlet mengandung doping. "Harus dikawal langsung oleh tim antidoping, jangan cuma terima laporan saja."

Terkait dengan adanya dualisme kepengurusan pada Federasi Triathlon Indonesia yang juga belum menemukan titik temu sehingga berdampak pada honor atlet, Imam mengaku sudah memerintahkan deputi dan asisten deputi untuk mentransfernya secara langsung kepada atlet.

"Tadi pagi diputuskan agar segera transfer honor atlet tanpa melalui PB karna dualisme. Kami akan segera transfer honor bulanannya. Saya sudah perintahkan ke deputi dan asisten deputi besok (hari ini) honor sudah harus di rekening atlet."

FTI terpecah menjadi dua kubu, yaitu pimpinan Mark dan Joko Warsito. FTI pimpinan Warsito tidak diakui KONI Pusat. Sementara itu, kubu yang sudah diputuskan KONI tidak diakui Kemenpora.

Jadi warisan
Secara terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan persiapan infrastruktur teknologi informasi (TI) sebagai fasilitas penunjang Asian Games 2018 akan rampung pada awal Agustus.

"Apa yang bisa diwariskan dari Asian Games 1962 ialah fisik arena di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tapi dari Asian Games 2018, tidak bisa lagi sekadar arena. Harus ada kesan lain, yaitu Indonesia tidak ketinggalan dari sisi teknologi," kata Rudiantara saat meninjau kesiapan infrastruktur TI di GBK, Kamis (26/7)

Rudiantara menjelaskan persiapan infrastruktur TI dalam hal internet untuk Asian Games tahun ini merupakan proyek paling kompleks yang pernah digarap pemerintah.

Pemprov Sumatra Selatan menegaskan tidak akan meliburkan sekolah selama Asian Games. Hal itu diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, kemarin. Diakuinya, kebijakan itu sudah dibahas dan beralasan jelas.

(Beo/DW/RZ/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya