Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM nasional (Timnas) Indonesia U-23 yang dipersiapkan untuk tampil pada cabang olahraga (cabor) sepak bola di Asian Games 2018 akan merasakan efek domino akibat pengundian ulang babak penyisihan. Indonesia harus menerima fakta mendapatkan lawan lebih banyak di Grup A setelah Timnas Palestina turut tergabung di grup yang sama. Pada hasil pengundian yang terdahulu, Indonesia berada pada satu wadah dengan Hong Kong, Laos, dan Taiwan.
Hal ini membuat jadwal Indonesia akan lebih padat dibandingkan tim di Grup lain. Sedangkan, negara lain yang ikut pengundian ulang, yakni Uni Emirates Arab (UEA), akan tergabung di Grup E bersama Korea Selatan, Kirgistan, Malaysia, dan Bahrain.
Selain akan melahap pertandingan yang lebih banyak, program persiapan 'Garuda Muda'--julukan Indonesia-- juga akan berubah khususnya dalam rencana laga uji coba. Federasi Sepak bola Indonesia (PSSI) berencana akan mengadakan dua laga uji coba, yakni melawan tim Liga 1 2018 Bali United dan Timnas Timor Leste. Namun, jadwal laga ini sedang dirumuskan ulang lantaran Indonesia akan menjalani pertandingan lebih awal dari waktu yang ditentukan sebelumnya.
"Kita akan agendakan dua pertandingan uji coba melawan tim Liga 1 Bali United dan Timor Leste. Namun, waktunya masih kita sesuaikan karena perubahan peserta ini, kemungkinan merubah jadwal awal. Kita mungkin bisa main tanggal 10-11 Agustus," kata Pelaksana tugas (PLT) Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat dihubungi, Rabu (25/7).
Perihal keuntungan atau kerugian yang didapat setelah pengundian ulang, Jokdri, sapaan Joko, mengaku tetap optimis Evan Dimas dan lainnya dapat melalui tantangan yang ada. Hal yang terpenting menurut pria asal Ngawi ini ialah adanya kejelasan terkait jadwal pertandingan.
"Kita optimis saja. Kalau dinilai sebuah kerugian, kita anggap itu bukan menjadi beban kita. Jika berbicara keuntungan karena Palestina dinilai lebih mudah daripada UEA, itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami," imbuhnya.
Undian ulang cabor sepak bola ini dilakukan di markas Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur pada Rabu (25/7) siang. Mekanismenya, dengan memasukkan dua tim Palestina dan Uni Emirates Arab (UEA) dalam grup yang sudah ada. Hal ini merupakan usulan dari Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) yang lantas diamini Dewan Olimpiade Asia (OCA). Hasilnya, Palestina tergabung di Grup A dan UEA akan bersaing di Grup E.
"Tidak ada yang keberatan. Tidak ada masalah. Mereka sudah tahu siapa lawannya. Poinnya, daripada membuang energi lebih baik tinggal menempelkan dengan hasil drawing yang sudah ada," kata Sekretaris Menpora (Sesmen) sekaligus Deputi Keuangan INASGOC Gatot S. Dewa Broto. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved