Surabaya tidak Berhenti Lahirkan Pahlawan

Faishol Taselan
23/7/2018 23:15
Surabaya tidak Berhenti Lahirkan Pahlawan
(MI/Rudi Kurniawansyah)

SEBANYAK  26 atlet dari berbagai usia akhirnya lolos ke final di Kudus pada ajang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di GOR Bulu Tangkis Kertajaya Surabaya, Senin (23/7).

Mereka yang lolos audisi dan berhak maju ke final di Kudus berasal dari enam kategori, yakni U-11 putra, U-11 putri, U-13 putra, U-13 putri, U-15 putra, dan U-15 putri.

“Mereka lolos dari ketatnya persaingan atlet-atlet berbakat,” kata manajer tim PB Djarum, Fung Permadi, di Surabaya, Senin (23/7).

Audisi umum di Kota Surabaya sejak Sabtu (21/7) diikuti 861 peserta. Mereka menjalani proses screening selama tujuh menit di lapangan.

Pada tahapan itu, tim pencari bakat PB Djarum yang terdiri atas manajer tim PB Djarum Fung Permadi, Alvent Yulianto, Johan Wahyudi, Tri Kusharjanto, Shendy Puspa Irawati, Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Imam Tohari, dan Sulaiman terjun langsung memantau para atlet muda.  
Fung Permadi mengatakan tidak mudah memantau ratusan peserta dalam proses screening karena kualitas para peserta sangat merata.

Apalagi, jumlah peserta di audisi umum Surabaya kali ini meningkat pesat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain antusiasme atlet muda yang ingin bergabung dengan PB Djarum, tingginya jumlah peserta disebabkan audisi umum tahun ini menggunakan format tiga kelompok usia.

“Perubahan format di tahun ini, yaitu tiga kelompok usia, tentunya semakin membuka peluang bagi siapa saja untuk ambil bagian dalam audisi umum,” katanya.

“Terlepas dari itu saya pikir, jika mau mencari atlet berbakat, Surabaya adalah salah satu tempatnya,” imbuhnya.

Hal ini membuat tim pencari bakat bekerja keras menyeleksi para peserta karena memiliki keyakinan tinggi akan menemukan atlet muda dengan talenta terbaik untuk diasah di PB Djarum.

Setelah tahapan screening, tim pencari bakat PB Djarum akhirnya memilih 221 peserta yang berhak mengikuti fase turnamen yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu Minggu (22/7) dan Senin (23/7).

Pada fase ini, tiap-tiap peserta bersaing sengit untuk melaju ke babak berikutnya. Hasilnya, 72 peserta melaju ke fase turnamen di hari kedua.

Harus teliti
Pertarungan di hari kedua yang juga hari terakhir audisi umum Surabaya  berlangsung seru karena setiap atlet menunjukkan daya juang tinggi untuk meraih supertiket dan melaju ke final audisi di Kudus.

Sementara itu, supertiket tidak hanya diberikan kepada para peserta yang berhasil memuncaki tahap turnamen. Tim pencari bakat PB Djarum juga memberikan supertiket bagi mereka yang gugur dalam fase turnamen, tapi dianggap memiliki bakat dan potensi.
“Di fase turnamen ini kita bisa melihat ketatnya persaingan para peserta untuk lolos ke tahap selanjutnya,” katanya.

Di lain sisi, tim pencari bakat PB Djarum juga ekstra teliti memantau bibit-bibit istimewa sehingga kalaupun mereka kalah di fase turnamen ini, mereka tetap bisa diberi supertiket karena tim tidak ingin ada atlet muda bertalenta yang tertinggal di setiap kota audisi.(R-2)

 

 

 

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya