Masyarakat Optimistis Hadapi Masa Tua

Raja Suhud
20/7/2018 04:45
Masyarakat Optimistis Hadapi Masa Tua
(thinkstock)

MASYARAKAT Indonesia terlalu percaya diri menghadapi masa tua dengan bergantung pada anak mereka. Hal itu dinilai berisiko karena dikhawatirkan ekspektasi mereka justru mengecewakan di masa depan.

"Sebanyak 44% dari masyarakat masih berharap anak mereka akan mengurus saat mereka tua. Jumlah itu jauh di atas rata-rata global yakni 22%. Ini berisiko kalau ternyata tidak sesuai harapan," ungkap CEO Cigna Indonesia Herlin Sutanto saat merilis hasil Survei Skor Kesejahteraan Cigna 360, di Jakarta, Kamis (19/7).

Herlin menjelaskan survei tahun keempat itu digelar Cigna secara global di 23 negara, termasuk Indonesia sepanjang Februari-Maret 2018. Tahun lalu, survei digelar di 13 negara. Total responden kali ini ada 14.165 orang dan diwawancarai secara online.

Khusus di Indonesia, Cigna mewawancarai 1.000 orang. Dalam survei ini, Cigna meng-angkat persepsi dan kekhawa-tiran kesejahteraan masyarakat di lima aspek utama yakni kesejahteraan, fisik, keluarga, sosial, keuangan, dan kerja.

Menurut Herlin, masyarakat Indonesia siap untuk masa tua, yakni tetap percaya anak akan mengurus hidup mereka. Sebanyak 7 dari 10 responden melihat diri mereka siap memasuki usia pensiun secara sosial dan keuangan. Angka itu berada di atas rata-rata global yakni 5 dari 10 responden.

"Akan tetapi, kami tekankan bahwa tanpa perencanaan keuangan yang baik, optimisme itu dapat menghasilkan risiko di kemudian hari. Ekspektasi mereka mengenai kesiapan hari tua, bisa saja mengecewakan mereka di masa depan," tambahnya.

Hal itu, lanjut Herlin, menjadi tantangan lantaran fakta hasil survei mengungkapkan hanya 20% masyarakat Indonesia yang berpikir mereka akan memiliki uang cukup setelah tidak lagi produktif. Sebanyak 42% akan menggunakan uang pribadi untuk menanggung biaya pengobatan di hari tua.

Terkait dengan survei itu, Cigna melihat perlunya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan finansial untuk masa tua.

Pihaknya pun tengah menyiapkan produk dana pensiun untuk mendukung kampanye itu.

"Saat ini memang produk kami lebih banyak pada produk kesehatan, belum ada yang khusus dana pensiun. Dengan kondisi tersebut, tentu kami akan menyiapkan produk yang cocok untuk pensiun," tambah dia.

Atur keuangan
Pada kesempatan sama, Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux menyampaikan sebagian besar responden di Indonesia setuju pentingnya asuransi.

Sebanyak 8 dari 10 orang percaya bahwa asuransi merupakan hal penting atau sangat penting ketika mengatur kesejahteraan keuangan mereka secara keseluruhan.

Itu terlihat dari 70% responden mencari nasihat mengenai kesejahteraan hidup dari pasangan serta 46% responden mencari nasihat dari orangtua.

Artinya, menurut dia, keluarga memegang peranan penting dalam membantu orang yang dikasihi dalam mempersiapkan masa depan yang pasti.

"Makanya, penting bagi kami untuk membantu mereka memahami perencanaan keuangan dengan persiapan sederhana tapi berguna dan bisa diterapkan," pungkas Ben.

(E-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya