Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN cuma Indonesia yang dilanda euforia atas keberhasilan atletnya menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia. Negara Asia lainnya, India, juga merasakan kegembiraan yang sama setelah pelari putri mereka Hima Das sukses merebut medali emas di nomor lari 400 meter ajang yang sama.
Seperti dunia olahraga Indonesia yang sedang merayakan kemenangan remaja 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri, sukacita juga merebak di seluruh penjuru negeri India ketika Hima, gadis 18 tahun dari desa miskin Kandhulimari (140 kilometer sebelah timur Kota Guwahati, Negara Bagian Assam) itu mengharumkan nama mereka.
Tak kurang, Perdana Menteri Narendra Modi juga memberikan perhatian kepada Hima, seperti Presiden RI Joko Widodo kepada Zohri.
Harian The Telegraph India edisi Sabtu (15/7) memuat foto utama Hima yang tengah melakukan selebrasi dengan membentangkan bendera negara di atas kepalanya usai dipastikan menjadi juara pada halaman olahraga mereka. Pengamatan Media Indonesia di Kolkata, India, di halaman depan, mereka menulis judul berita utama ‘Sang Juara dari Rawa’ (A Champ from Swamp) menggambarkan asal muasal sang atlet dari kaum papa. Stasiun-stasiun televisi lokal juga tak henti-hentinya menyiarkan kemenangan bersejarah Hima sepanjang Sabtu kemarin.
“Dia mulai berlatih di sini sejak 9 tahun,” kata ayah yang juga ‘pelatih’ Hima, Ranjit Das, 46.
Ranjit sesungguhnya tidak pernah melatih Hima secara khusus di cabang olahraga atletik. Ia hanyalah seorang pelatih klub kecil sepak bola di kampung halamannya. Namun, bakat olahraga Hima yang tinggi, membuatnya telah tumbuh berkembang menjadi atlet nasional harapan India.
“Saya melihatnya ketika dia datang ke Guwahati untuk mengikuti pemusatan latihan di usianya yang ke-17. Dia memiliki bakat dan ternyata mampu membuktikannya dengan amat cepat,” kata mentor Hima, Nipon Das.
Di Finlandia, Hima pun membuat kejutan. Ia menjadi pelari tercepat di nomor 400 meter dengan catatan waktu 51,46 detik. Melebihi catatan waktu yang diraihnya pada babak sebelumnya, yakni 52,25 detik (kualifikasi) dan 52,10 detik (semifinal).
“Jujur saja, pikiran saya kosong menerawang begitu saya meraih emas. Butuh beberapa saat untuk menyadari bahwa saya sudah benar-benar melakukannya. Saya senang bisa meraih emas, tapi yang lebih penting saya telah melakukan sesuatu bagi negeri saya walaupun di level junior,” kata Hima.
Di usianya yang baru 18, Hima kini menjadi tumpuan negaranya untuk mencetak prestasi di ajang internasional maupun regional berikutnya, salah satunya Asian Games yang bakal berlangsung di Indonesia. PM Modi bahkan menugaskan Kementerian Olahraga India agar memproyeksikan Hima untuk berkonsentrasi mencapai prestasi terbaik hingga ke jenjang Olimpiade.
Kisah Hima dan Zohri nyaris serupa. Dua atlet muda Asia itu berhasil menjadi besar meski terlahir dengan segala keterbatasan dan kekurangan. Perjuangan dua remaja berbeda bangsa itu telah menjadi inspirasi bagi generasi yang lebih muda dari mereka. Terus berprestasi Hima dan Zohri. Kita tunggu penampilan mereka di Asian Games nanti. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved