Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT Wimbledon menolak untuk menyiarkan tayangan sepak bola apa pun di layar raksasa All England Club, meski demam sepak bola tengah menjangkiti negara tersebut menyusul keberhasilan Inggris menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966.
Pelatih tim nasional sepak bola Inggris Gareth Southgate memang tengah dielu-elukan oleh penggemar di seluruh negara tersebut saat mereka mematahkan prediksi melangkah jauh di Piala Dunia 2018 dan akan melakoni semifinal melawan Kroasia, Kamis (12/7) dini hari WIB.
Pertandingan Inggris versus Kroasia yang akan berlangsung di Moskow pada Rabu (11/7) malam waktu setempat bersamaan waktunya dengan putaran perempat final Wimbledon sektor putra yang akan diadakan di SW19.
Kendati demikian, Kepala Eksekutif Wimbledon, Richard Lewis, tetap berpegang pada pandangannya bahwa penonton yang datang ke kejuaraan tenis lapangan rumput ini mengharapkan untuk melihat tenis. Dia juga mengatakan bahwa kebijakan layar raksasa akan tetap seperti saat ini untuk membatasi gangguan pada para pemain.
Bagaimana pun, para penggemar dapat mengikuti perkembangan di Rusia pada ponsel dan tablet mereka dengan menggunakan sinyal wifi turnamen.
Sementara itu, partai final Piala Dunia di Moskow akan dimulai pada Minggu, dua jam dari partai final putra Wimbledon atau setelah pukul 14:00 waktu setempat, yang berarti dua pertandingan itu kemungkinan akan terlaksana dalam waktu bersamaan.
"Apa yang akan terjadi hari Minggu depan adalah Centre Court akan dipersiapkan untuk final putra dan saya yakin orang akan dapat mengikuti final Piala Dunia," kata Lewis kepada wartawan, Senin (9/7) waktu setempat.
"Tidak akan bising berlebihan karena ada riak tepuk tangan atau teriakan ketika sesuatu yang istimewa terjadi dalam piala dunia, dan saya yakin semua orang akan mengerti jika itu terjadi," ujarnya.
Sabtu lalu, penggemar meninggalkan Lapangan Tengah segera setelah Rafael Nadal membukukan tempatnya di minggu kedua kejuaraan saat timnas sepak bola Inggris menghadapi Swedia di partai perempat final Piala Dunia.
Banyak penonton memilih untuk meninggalkan lapangan dan menonton pertandingan di pub sekitar, yang meninggalkan Angelique Kerber dan Naomi Osaka dalam pertandingan putaran ketiga mereka di depan ribuan kursi kosong arena.
Sedangkan mereka yang bertahan di sekitar arena, tampaknya lebih tertarik mengikuti perkembangan di Rusia pada perangkat elektronik mereka daripada menonton pertandingan tenis yang berlangsung di depan mereka.
"Sabtu adalah hari yang fantastis di kejuaraan. Kami memiliki tenis yang luar biasa dan kami mendapat manfaat dari teknologi modern di mana orang dapat mengikuti sepak bola, menikmatinya, tanpa mengganggu orang lain," kata Lewis.
"Saya berada di sekitar lapangan kala itu dan anda bisa tahu ketika Inggris telah mencetak gol dan itu indah. Kami tidak menerima satu keluhan pun dari siapa pun yang ada di sini yang merasa rasa senang mereka atas tenis terganggu dan saya yakin itu akan sama terjadi pekan depan," ujar dia.
"Mudah-mudahan Inggris akan lolos ke final dan itu akan menjadi salah satu hari yang sangat istimewa di Wimbledon," ucapnya menambahkan.
Lewis mengatakan turnamen itu telah mendapat pelajaran setelah menunjukkan semifinal Piala Eropa 1996 antara Inggris dan Jerman, yang diputuskan dengan adu penalti, di layar raksasa.
"Saya mendapati itu tidak terlalu berhasil karena itu mengganggu kesenangan orang-orang terhadap tenis dan apa yang kami lakukan Sabtu lalu benar-benar bekerja dengan sangat baik," tutur Lewis menambahkan.
Daripada mengkhawatirkan gangguan seperti apa yang akan terjadi atas final Piala Dunia pada kedua finalis Wimbledon, juara delapan kali Roger Federer menawarkan pandangan berbeda mengenai potensi bentrokan jadwal itu.
"Saya lebih khawatir final Piala Dunia akan memiliki masalah karena final Wimbledon sedang berlangsung. Mereka akan mendengar setiap poin, Wow, Love-15, 15-30," kata petenis Swiss itu sambil tersenyum.
"Para pemain sepak bola akan mencari di kerumunan dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi di Wimbledon," ujarnya menambahkan. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved