8 Petenis Unggulan Tumbang di Babak Awal

(AFP/Rul/R-3)
09/7/2018 02:45
8 Petenis Unggulan Tumbang di Babak Awal
( AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

TURNAMEN grand slam lapangan rumput telah menjadi arena yang sangat kompetitif.  Delapan petenis unggulan tidak mampu melaju ke babak berikutnya dan harus tersingkir di babak-babak awal.

Sebelumnya petenis unggulan yang difavoritkan meraih gelar justru tumbang, misalnya, unggulan kedua Caroline Wozniacki dari Denmark, unggulan ketiga Garbine Muguruza (Spanyol), dan unggulan keempat Sloane Stephens (Amerika Serikat/AS).

Tak hanya itu, unggulan yang menyusul angkat koper ialah unggulan kelima Elina Svitolina (Ukraina), unggulan keenam Caroline Garcia (Prancis), unggulan kedelapan Petra Kvitova (Ceko), dan unggulan kesembilan Venus Williams (AS).

Kini keganasan Wimbledon 2018 kembali menelan korban. Petenis unggulan pertama Simona Halep juga  dipermalukan di babak kedua. Petenis nomor satu dunia itu dipecundangi Hsieh Su-wei dari Taiwan dengan skor 6-3, 4-6, dan 5-7.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan 1 All England Tennis Club, Wimbledon, London, Inggris, Sabtu (7/7), Halep dari Rumania yang bulan lalu baru menjuarai Prancis Terbuka 2018 harus takluk di tangan Hsieh yang berperingkat ke-48 dunia.

“Dia (Hsieh) kerap mengubah ritme pertandingan. Dia bermain dengan segala cara. Memang sulit bermain di lapangan rumput dengan lebih baik,” ujar Halep yang merupakan juara grand slam lapangan tanah liat pada 2018.

Dari nomor tunggul putra, petenis asal Serbia, Novak Djokovic, hampir tersingkir lebih awal di Wimbledon 2018 pada babak 32 besar melawan petenis Inggris, Kyle Edmund, Sabtu (7/7) malam.

DJokovic kehilangan set pertama dengan skor 4-6. Beruntung, mantan petenis nomor satu itu dapat memperbaiki pola permainan dan berbalik unggul di set-set selanjutnya.

Alhasil, Djokovic pun mampu mencapai babak 16 besar dengan kemenangan 4-6, 6-3, 6-2, dan 6-4. Namun, pemegang 12 gelar grand slam tersebut mengaku, masih banyak hal yang harus diperbaiki dari permainannya setelah lama didera cedera.

Menurut juara Wimbledon 2011, 2014, dan 2015 itu, hal krusial yang harus ia matangkan ialah mental. Lawan Djokovic kali ini memang wakil tuan rumah sehingga dukungan banyak mengalir ke kubu rival. (AFP/Rul/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya