TIM penjaringan dan penyaringan yang biasa dikenal dengan sebutan Tim 9 telah melakukan sosialisasi bakal calon Ketua Umum Ketua Umum KONI DKI periode 2015-2017. Calon ketua nanti akan menggantikan Ketua Umum Winny Erwindia yang mengundurkan diri karena terbelit masalah hukum.
"Kami telah melakukan sosialisasi kepada cabor (cabang olahraga), KONI wilayah, dan Badan Fungsional sejak sepekan lalu," ujar anggota Tim 9 Didi Affandi, kemarin.
Menurut Didi, setiap bakal calon harus memiliki kemampuan manajerial, pengabdian, dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi olahraga. Selain itu, setiap bakal calon mampu menjadi pengayom dan pemersatu semua unsur masyarakat olahraga.
Yang tak kalah penting, dalam persyaratan yang telah ditetapkan oleh Tim 9, setiap bakal calon harus menyertakan dukungan minimal 20 surat dukungan dari pemilik suara (cabor, KONI wilayah, dan Badan Fungsional).
Dalam sosialisasi ini ada dua bakal calon yang merespons. Mereka ialah Radja Sapta Ervian (Eyi) dan Djamhuron (Ketua Federasi Ski Air DKI). Eyi rencananya hari ini akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI DKI di Sekretariat KONI DKI. Eyi yang juga sebagai Ketua Umum Pengprov Forki (Federasi Olahraga Karatedo Indonesia) akan menyertakan semua persyaratan dari Tim 9.
Di sisi lain, DPRD DKI Jakarta akan memperketat pengawasan penggunaan dana hibah untuk KONI DKI Jakarta karena nilainya terus meningkat.
"Tahun lalu anggarannya lebih dari Rp300 miliar dan untuk tahun ini hampir mendekati Rp500 triliun. Ini cukup besar. Makanya pengawasan akan diperketat," kata Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.
Menurut Prasetyo, dana hibah untuk KONI DKI Jakarta setiap tahunnya tidak kecil. Dana yang ada cukup besar, jika tidak dikelola dengan baik, berpeluang terjadi penyimpangan. Kondisi ini yang terus menjadi pantauan.
Untuk itu, politikus asal PDIP itu akan segera meminta pertanggungjawaban kepada Ketua KONI DKI. Apalagi pada 28 Maret akan ada musyawarah provinsi luar biasa untuk pemilihan Ketua KONI DKI.
"Semuanya akan kami buka agar atlet juga tahu. Kapan akan maju jika kondisinya terus seperti ini. Audit keuangan juga akan dilakukan. Jika ada penyimpangan, akan berhadapan dengan hukum," katanya.
Prasetyo menambahkan dana hibah yang merupakan uang rakyat itu diberikan kepada semua cabang olahraga yang ada di DKI Jakarta. Untuk besarannya memang berbeda sesuai dengan prioritas, di antaranya bulu tangkis, sepak bola, dan angkat besi. (Gnr/Ant/R-1)