Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tinggal selangkah lagi untuk bisa mendapat gelar juara perdana di Indonesia Terbuka 2018. Keduanya berhasil mendapat tiket masuk ke babak final setelah tiga tahun sebelumnya tidak mampu lolos ke partai puncak.
Kepastian ganda putra terbaik dunia itu untuk bisa tampil di babak final didapat setelah mengalahkan junior mereka, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Dalam babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu (7/7) di Istora, Jakarta, Marcus/Kevin menang 21-13 dan 20.
"Kami tidak pernah berpikir terlalu jauh," ujar Marcus saat ditanya mengenai ambisi meraih podium pertama di Indonesia Terbuka. "Kami hanya lakukan yang terbaik. Harus tahu mau main seperti apa dan tidak boleh lengah,” lanjut dia.
Sementara Kevin mengatakan bahwa sudah tentu sangat berkesan bagi dirinya dan Marcus jika bisa menang di kandang.
"Siapa sih yang tidak ingin menang di rumah dan di depan publik sendiri," kata Kevin.
Di babak final, Marcus/Kevin akan berhadapan dengan lawan Takuto Inoue/Yuki Kaneko, pasangan asal Jepang. Menurut Kevin, lawan mereka yang merupakan unggulan ketujuh, memiliki pertahanan yang kuat.
"Kami harus sabar dan fokus sama permainan sendiri," jelas dia.
Marcus/Kevin sejauh ini tidak pernah kalah sepanjang tiga kali pertemuan dengan Inoue/Kaneko. Pertama kali kedua pasangan berjumpa, ialah di perempat final Taiwan Terbuka 2015 dan pertemuan terakhir di final Jepang Terbuka 2017.
Selain Marcus/Kevin, Indonesia juga memiliki peluang untuk memiliki dua gelar juara setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang turun di nomor ganda campuran juga lolos dari semifinal.
Sama seperti Marcus/Kevin, Tontowi/Liliyana yang akrab disapa Owi/Butet, juga menang dari kompatriot mereka, yaitu Hafiz Faisal/Gloria Emanuele Widjaja.
Owi/Butet menang mudah 21-18 dan 21-8. Menurut Owi, kemenangan mereka didapat karena Hafiz/Gloria lebih sering membuat kesalahan. Dia beranggapan dua juniornya itu tampil tidak tenang.
"Kesalahan lawan jadi memudahkan kami dapat poin. Positifnya, kami tidak terlalu lelah untuk tampil di final," timpal Butet.
Di babak final yang akan berlangsung pada Minggu (8/7), Owi/Butet akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Rekor pertemuan kedua pasangan, ialah 9-1 untuk Owi/Butet. Terakhir kali mereka berjumpa di Olimpiade 2016 di Brasil. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved