Duel Dramatis Warnai Langkah Kevin/Marcus ke Semifinal

Nurul Fadillah
06/7/2018 19:00
Duel Dramatis Warnai Langkah Kevin/Marcus ke Semifinal
(ANTARA)

GANDA putra andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, menjadi wakil ganda putra pertama yang melaju ke babak semifinal turnamen Indonesia Terbuka 2018 setelah sebelumnya Berry Angriawan/Hardianto gagal di perempat final usai kalah dari Liao Min Chun/Su Ching Heng dengan skor 13-21, 8-21.

Marcus/Kevin melanjutkan langkah mereka setelah melalui duel sengit melawan ganda Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, dengan skor 20-22, 22-20, 21-18 pada babak delapan besar yang berlangsung di Istora Senayan, Jumat (6/7).

Duel Kevin/Marcus dilalui dengan penuh drama. Setelah gim pertama menelan kekalahan dengan skor 20-22, Kevin/Marcus mencoba mengejar ketertinggalan di gim kedua.

Alhasil, setelah sempat tertinggal 6-11, unggulan satu turnamen tersebut berhasil mengejar pasangan Denmark hingga menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Saat kejar-mengejar angka terjadi, pasangan Petersen/Kolding terlihat tidak senang dengan smes yang dilayangkan Kevin ketika membalikkan keadaan menjadi 12-11.

Wakil Denmark tersebut tampak tak suka dengan cara smes Kevin yang terlihat seperti menargetkan tubuh Petersen. Alih-alih kendur usai mendapat peringatan dari wasit, Marcus/Kevin justru tampil pantang mundur dan mampu mempertebal jarak menjadi 18-14.

Pasangan Denmark kemudian berbalik mengancam dengan menyamakan kedudukan menjadi 20-20, namun akhirnya Marcus/Kevin mampu memaksa mereka melakukan rubber game.

Pertandingan semakin memanas pada gim ketiga. Setelah Marcus/Kevin unggul jauh 18-14, drama kembali ditampilkan dari wakil Denmark yang merasa tidak setuju dengan keputusan wasit yang menganggap bola masuk untuk pasangan Indonesia.

Puncaknya, pada akhir-akhir gim ketiga yang membuat Kevin/Marcus sempat ditegur beberapa kali karena melakukan protes berlebihan. Wasit juga mengabulkan challenge ganda Denmark meskipun sudah beberapa saat terjadi.

Hal itu memepengaruhi performa Marcus/Kevin hingga akhirnya keduanya berhasil terkejar hingga 18-19 tersebut menunjukkan kelas mereka dan merebut kemenangan dengan skor 21-18.

Usai pertandingan, Marcus/Kevin sama-sama kecewa dengan keputusan wasit. Menurut Kevin, wasit tampak berat sebelah dan tak adil dalam pengambilan keputusan.

"Ya di set pertama kita sebenarnya sempat unggul juga ya 20-19 tapi kita kehilangan gim karena kena servis, di set kedua sempat ketinggalan juga tapi coba berusaha juga buat balikin keadaan dan akhirnya kita bisa, gim ketiga kita udah unggul jauh tapi ada kejadian itu yah," ujar Kevin.

"Kita enggak nurunin tangan tapi diperingatin, terus si koh Sinyo (julukan Marcus) enggak banting raket dibilang banting raket katanya, terus tadi ada berapa lama dia baru minta challange dan dikabulkan sama wasitnya, harusnya enggak boleh gitu, harusnya jika ada touch langsung minta challenge setelah bola jatuh ke lantai tapi masih dikasih wasit itu enggak fair banget," lanjutnya.

Marcus menambahkan, wasit bahkan sempat mengancam akan memberikan kartu hitam kepada mereka setelah pertandingan berakhir.

"Wasitnya malah ada sempat mengancam mau kasih kita kartu hitam, loh masa kita yang dikasih kartu hitam kan kita sudah menang, masa mereka yang salah kita yang mau dikasih kartu hitam, engga tahu itu BWF enggak kompeten dalam memilih wasit. Kita sudah ajukan protes dari PBSI kita," pungkas Marcus. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya