Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA campuran andal-an Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, belum menemui kendala dan mulus melaju ke babak kedua Malaysia Terbuka 2018.
Dalam pertandingan babak pembuka yang digelar Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin, pasangan yang dipanggil Owi/Butet itu mengalahkan wakil Taiwan, Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan dengan skor 21-18, 21-11.
Kendati menang straight-set, Owi/Butet merasa masih menyesuaikan dengan kondisi lapangan. “Kami sudah lama tidak bertan-ding di stadion ini, jadi kami banyak menyesuaikan diri dengan kondisi arena pertandingan,” kata Liliyana yang akrab disapa Butet.
“Termasuk soal angin yang lumayan kencang, bagaimana cara mainnya, karena beda sekali mainnya kalau ada faktor kalah atau menang angin,” ujar Butet.
Selain Owi/Butet, pasangan ganda Ronald A-lexander/Annisa Saufika juga melaju ke babak kedua setelah menaklukkan Ronan Labar/Audrey Fontaine (Prancis), 21-7, 18-21, 21-11.
Sayangnya langkah kedua ganda tersebut gagal diikuti pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-14, 17-21, 18-21.
“Kami sudah lama tidak bertanding, sekitar dua bulan. Jadi seperti belum dapat lagi feel-nya. Tadi sering agak kurang yakin,” kata Praveen setelah pertandingan.
“Kalau soal teknik sih kami rasa cukup imbang, tapi kami masih sering buat kesalahan di poin-poin akhir. Finishing-nya kurang baik, banyak mati sendiri,” sambung Melati.
Sebelumnya, di nomor tunggal putri, Dinar Dyah Ayustine belum mampu mengatasi permainan pemain Jepang , Akane Yamaguchi. Pada pertemuan perdana keduanya di hari yang sama, Dinar disingkirkan Akane dengan rubber-set 21-17, 12-21, 13-21.
Menurut Dinar, serangan-serangan Yamaguchi yang mematikan ditambah dirinya sering melakukan kesalahan sendiri menjadi sumber poin bagi unggulan lawannya.
“Pukulan-pukulan Akane kadang tak bisa diduga, saya kurang antisipasi dan banyak mati langkah,” ujar Dinar soal kekalahannya dari pemain Jepang. (Rul/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved