Taekwondo Ingin Perbanyak Uji Coba

Nurul Fadillah
21/6/2018 04:30
Taekwondo Ingin Perbanyak Uji Coba
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PERSIAPAN pelatnas taekwondo sudah memasuki tahap akhir. Sebelum berjuang di Asian Games 2018, para taekwondoin akan ke Korea Selatan untuk menjalani dua uji coba terakhir, yakni di 2018 Pohang World University Taekwondo Championship & Open Competition yang berlangsung pada 10-14 Juli dan Korea Terbuka 18-24 Juli.

Manajer pelatnas taekwondo, Rahmi Kurnia, mengatakan, baik kyorugi maupun poomsae akan turun di dua turnamen tersebut untuk memperbanyak pengalaman bertanding. "Sekarang ini kita sudah masuk pada program kedua untuk pemantapan fisik.

Sebetulnya kalau secara teknik anak-anak sudah oke, kita TC ke Korea Selatan untuk banyak uji coba dengan tim-tim profesional di sana sehingga mereka bisa bertemu dengan berbagai tipe lawan," ujar Rahmi ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Rabu (20/6).  

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia sudah menentukan tim inti Asian Games pada 12 Juni lalu. Kejuaraan Asia yang berlangsung di Ho Chi Minh, Vietnam pada 24-28 Mei lalu menjadi seleksi terakhir tim taekwondo.

Pada ajang tersebut, tim Merah Putih berhasil merebut satu emas dan dua perunggu. Emas dapat diraih Defia Rosmaniar yang berlaga di nomor individual poomsae putri, sedangkan dua perunggu disumbangkan pasangan poomsae Defia dan Muhammad Abdurahmman Wahyu dan kategori kyorugi kelas U-49 kg putri atas nama Dhean.

Dari kejuaraan tersebut terjaring sembilan atlet poomsae yang terdiri dari lima putra dan empat putri, serta sepuluh atlet kyorugi yang terdiri dari lima putra dan lima putri. Rahmi menambahkan, persiapan tim sejauh ini sudah mencapai 80% mendekati peak performa mereka nanti di Asian Games.

"Persiapan kita sudah mencapai 80% dan mendekati peak performa, tinggal dipoles sedikit lagi untuk kyorugi terutama taktik dan strateginya. Waktu di Kejuaraan Asia, tim analis kita sudah merekam performa calon-calon lawan di Asian Games dan kita pelajari satu per satu, dan sudah kita bagikan kepada atlet agar mereka bisa tahu dan bisa membaca kekuatan lawan-lawan mereka," jelas Rahmi.

Tim poomsae sudah berada di Korea Selatan sejak Maret lalu. Mereka terus mematangkan teknik untuk penerapan jurus new poomsae di Asian Games nanti.

Kendala peralatan
Sementara itu, persiapan tim layar terganggu dengan masalah peralatan. Ketua Umum PB Porlasi, Laksamana Muda TNI Darwanto, mengatakan peralatan layar masih tertahan di bea cukai.

"Seharusnya peralatan layar itu sudah masuk peraturan presidennya sehingga kita bisa dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh), dan juga pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), tetapi mungkin ada yang 'missed' di bagian bawah ini yang tertahan sehingga saya sudah mengajukan pembebasan dan saya tidak tahu kapan bisa keluar," ujar Darwanto.

Darwanto mengatakan, kendala peralatan tersebut cukup banyak berpengaruh dengan proses persiapan tim. Apalagi saat ini, tim layar tengah menghadapi Kejuaraan Layar Asia 2018 yang merupakan uji coba terakhir jelang Asian Games. "Semoga saja sebelum Asian Games, peralatan sudah bisa keluar dan bisa digunakan."

(R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya