Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM pencak silat Indonesia akan bertolak ke Vietnam dan Thailand pada hari ini hingga akhir Juni. Tim ‘Merah Putih’ akan menjalani uji tanding melawan atlet-atlet inti tim rival guna memantau peta kekuatan lawan di Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus-2 September mendatang.
Kepala pelatih nasional pencak silat Indonesia Rony Syaifullah mengatakan sebanyak 22 atlet akan diberangkatkan dalam uji tanding tersebut. Mereka terdiri dari 12 putra dan 10 putri yang memang terpilih sebagai tim inti pencak silat di Asian Games.
“Jadi, besok pagi (hari ini) rencana berangkat ke Vietnam dan menetap di sana untuk uji coba sampai 25 Juni. Kemudian, langsung geser ke Thailand sampai 30 Juni baru balik ke Jakarta, setelah itu kami tak lagi menjalani pemusatan latihan di Solo, tetapi langsung menetap di Jakarta,” ujar Rony saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (19/6).
Rony menambahkan, di sisa waktu dua bulan sebelum Asian Games, tim pencak silat tak lagi mengikuti uji coba resmi internasional. Terakhir, mereka berpartisipasi dalam Turnamen Pencak Silat Belgia Terbuka 2018 pada 5-6 Mei lalu.
Pada turnamen yang berlangsung di Schoten-Antwerpen, Belgia, Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan memenangi 6 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, mengungguli Singapura yang berada di posisi kedua dengan 4 emas. Meskipun sukses di Belgia, Rony mengaku masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari anak-anak asuhannya, salah satunya ialah fisik atlet.
“Kemarin kita sudah tes fisik di Solo sebelum berangkat ke sini dan setelah dievaluasi, ternyata memamg aspek fisik yang dirasa agak kurang, khususnya masalah kecepatan dan kekuatan. Setelah tes, kita positif fisik anak-anak masih di angka 80%. Nanti di Vietnam dan Thailand akan kita tingkatkan menjadi 100%,” tandasnya.
“Waktu tinggal satu setengah bulan. Kalau mengikuti event lagi, riskan cedera sehingga kami putuskan tinggal menjaga performa atlet saja, kemudian adaptasi venue pertandingan. Situasi pertandingan akan kita ciptakan terus supaya nanti di pertandingan akan seperti latih tanding biasa.”
Rony menambahkan, pascauji coba di Vietnam dan Thailand, tim akan berlatih di Padepokan Pencak Silat Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Butuh adaptasi
Cabang atletik membutuhkan adaptasi dengan arena pertandingan di Asian Games 2018. Tim atletik akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sayangnya, karena tengah dalam proses persiapan upacara pembukaan Asian Games, SUGBK pun tak bisa digunakan untuk latihan. Pelatih lompat jauh, Arya Yuniawan Purwoko, pun mengeluhkan hal tersebut.
“Kendala kami yang paling krusial itu karena kami belum bisa berlatih di SUGBK. Jika belum bisa masuk dan beradaptasi, sama saja seperti orang baru nanti. Takutnya nanti kami akan bingung karena kami tidak tahu putaran angin di dalam SUGBK itu seperti apa. Kalau yang di Stadion Pakansari bisa saja jadi tempat latihan, tetapi, kan, tempat lompatnya beda, dan itu berpengaruh, dari sudutnya berbeda, lintasan berbeda, nanti setting-annya akan seperti apa juga akan berbeda.” (Rul/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved