Paralayang tidak Ubah Target

Nurul Fadillah
10/6/2018 06:00
Paralayang tidak Ubah Target
(ANTARA)

PELATNAS cabang paralayang akan menentukan tim inti yang berlaga di Asian Games 2018. Total 18 atlet pelatnas (10 putra, 8 putri) akan dikerucutkan menjadi 12 atlet (7 putra dan 5 putri).

Setelah itu, mereka akan menghadapi uji coba terakhir di ajang Seri III Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC) 2018 yang bergulir di Gunung Banyak, Batu, Malang, Jawa Timur, 13-15 Juli. Sebelumnya, demi mencapai target satu emas di Asian Games 2018, timnas Para-layang mendatangkan mantan Juara Dunia Lintas Alam Paralayang 2007 asal Inggris, Bruce Goldsmith. Wakil Sekjen II PB FASI, Kol Pnb Agung Sasongkojati, menyebut target mereka belum berubah.
 
Menurut dia, pesaing terberat Indonesia datang dari Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. “Keunggulan kita lebih menguasai medan, tapi lawan memiliki keunggulan lebih dalam hal peralatan,” ujarnya.

Sementara itu, Goldsmith menyebut teknik para pilot Indonesia sudah bagus. Meski demikian, masih banyak yang harus dibenahi jika mereka ingin meraih hasil maksimal. “Untuk teknis para pilot Indonesia sudah bagus, hanya kurang efisien terbangnya. Pilot seharusnya tak membuat banyak gerakan yang tak perlu saat terbang karena dapat berakibat parasut hilang ketinggian dan terpaksa mendarat,” tegasnya

Goldsmith menambahkan, sebagai tuan rumah, timnas Indonesia memang wajib memaksimalkan penguasaan medan. Mereka juga harus lebih cerdik dalam membaca tanda-tanda alam.


Butuh kompetisi berkelanjutan

Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI), Trimedya Panjaitan, mengaku ingin ada kompetisi yang berkelanjutan agar para atlet bisa meningkatkan kualitas. Menurut dia, dengan adanya kompetisi, bibit-bibit unggul akan mudah didapat.

“Gulat belum banyak dikenal dan disukai masyarakat kita. Membuat olahraga ini menjadi lebih dikenal di Indonesia adalah target yang saya pikir lebih berat ketimbang dapat medali di Asian Games 2018,” kata Trimedya di Jakarta, kemarin.

Dengan adanya kompetisi, kata dia, gulat juga akan semakin populer. “Target kami minimal gulat dikenal masyarakat luas. Saya sudah tugaskan Bidang Pembinaan Prestasi untuk membuat 3-5 program yang realistis hingga 2019.”

“Tapi, program pemassalan itu kan juga tidak mudah karena butuh dana yang tidak sedikit. Kami terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus daerah terus mengembangkan gulat.”

Pada kesempatan yang sama Gusti Randa, yang juga manajer timnas gulat Asian Games 2018, mengatakan perkembangan 18 atlet pelatnas Indonesia yang tengah menimba ilmu di Bulgaria mengalami perkembangan signifikan.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga kian gencar melakukan sosialisasi Asian Games 2018. Selain melalui spanduk, banner, mural, mereka pun memanfaatkan posko mudik Lebaran untuk sosialisasi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam mengatakan bakal ada posko-posko mudik sepanjang jalan yang akan digunakan untuk menyosialisasikan Asian Games 2018.

“Kami ingin mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games di jalur yang akan dilewati pemudik. Ada terlihat minimal spanduk soal dua ajang itu,” kata Niam. (Beo/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya