Demamkan Pesta Olahraga Asia Ke-18

Rudy Polycarpus
06/6/2018 04:30
Demamkan Pesta Olahraga Asia Ke-18
( ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PERMINTAAN untuk menggaungkan perhelatan Asian Games 2018 yang digelar pada 18 Agustus-2 September mendatang kepada khalayak masyarakat kembali dilontarkan Presiden Joko Widodo.  

“Yang kita inginkan sekarang ini mestinya masyarakat sudah demam, ini baru hangat, belum panas, apalagi demam,” kata Presiden Joko Widodo dalam acara Promosi Asian Games 2018 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/6).

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengundang sejumlah seniman, artis, atlet, dan musisi ke Istana Negara agar mereka turut terlibat dalam mempromosikan Asian Games 2018.

Jokowi menekankan bahwa Asian Games 2018 merupakan perhelatan besar yang melibatkan ribuan atlet dari puluhan negara di kawasan Asia yang akan hadir di Tanah Air.

“Tahun ini sebentar lagi kita mempunyai perhelatan besar namanya Asian Games yang akan diikuti 49 negara. Ini perhelatan yang sangat besar, yang sangat besar,” ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, Presiden mengundang dan mengumpulkan berbagai pihak untuk mendorong agar demam Asian Games 2018 semakin terasa seantero Nusantara.

“Negara memanggil untuk mendemamkan Asian Games Ke-18 ini agar masyarakat jadi demam semuanya,” kata Jokowi.

Soal bagaimana teknisnya, Presiden mempersilakan siapa pun yang mempunyai usul agar demam Asian Games 2018 semakin terasa.

“Jadi itu yang kita inginkan, berkumpulnya kita semua di siang hari ini. Caranya silakan, saya enggak ngerti, yang penting demam, gitu saja,” katanya.

Tambahan anggaran
Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengajukan tambahan anggaran untuk membiayai upacara pembukaan dan penutupan Asian Games dengan nilai sebesar Rp291,540 miliar.

“Anggaran itu sudah diajukan ke Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan melalui anggaran Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN),” kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto seusai rapat kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Komisi X DPR di Jakarta, Selasa (5/6).

Gatot menjelaskan anggaran tambahan untuk biaya upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018  bukan penambahan anggaran sekitar Rp700 miliar yang telah dialokasikan Inasgoc untuk upacara pembukaan dan penutupan.

“Anggaran Rp291,540 miliar itu sebagai tambahan dari anggaran yang dimiliki Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK). Anggaran LPUDK itu dari sponsor,” kata Gatot yang juga menjadi penanggung jawab keuangan Inasgoc.

Adapun anggaran LPDUK Kemenpora dari penyelenggaraan Asian Games 2018 mencapai Rp780,250 miliar. Anggaran LPDUK itu bukan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang diperoleh Inasgoc.

Gatot menjelaskan usul tambahan anggaran pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 telah diajukan sejak Mei. Namun, pengajuan harus melalui prosedur pengajuan anggaran di Kemenpora dan Kemenkeu. (Pol/Ant/R-)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya