Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESUKSESAN Asian Games 2018 menjadi konsentrasi utama bangsa Indonesia untuk menunjukkan kehebatan anak-anak bangsa dalam menyelenggarakan even prestisius berskala internasional. Karena itu, pada pembukaan multiajang terbesar se-Asia tersebut, anak-anak bangsa terbaik turut dilibatkan guna mendukung penyelenggaraan.
Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018, Herty Purba, menjelaskan, sebanyak 90% putra-putri terbaik negeri terpilih menjadi mitra penyelenggaraan.
"Ini momennya kita untuk maju. Mulai dari Wishnutama kita tunjuk sebagai Creative Director seremoni, sampai Eko Supriyanto yang jadi koreografer Madonna dalam tim," ucap Herty di Jakarta, Jumat (25/5).
Selain Wishnutama dan Eko Supriyanto, talenta lain yang akan menyemarakkan seremoni pembukaan ada Denny Malik yang juga berpartisipasi sebagai koreografer, Addie MS dan Ronald Steven dari sisi musik, perancang busana Dynand Fariz hingga maestro seni rupa Indonesia, Sunaryo.
"Mari kita tunjukkan bahwa karya Indonesia itu jelas high standard quality product and services. Intinya hanya anak bangsa yang bisa bikin Asian Games booming di Tanah Air,” ujar Herty.
Terkait penggunaan jasa mitra Asing, Herty menjelaskan, para konsultan tersebut digandeng dengan alasan pengalaman berkarya di Olimpiade yang lalu.
Herty menambahkan, hanya teknologi dan sistem canggih saja yang menggunakan jasa dari mitra luar negeri. Sebagai informasi, beberapa penawaran teknis dari mitra lokal juga lebih tinggi dari mitra asingnya.
"Kita ajak mereka kesini karena pengalaman teruji, plus untuk transfer ilmu ke orang Indonesia dong. Ke depannya, kalau bisa kita lah yang jadi tenaga ahli terbaik di benua Asia," tambah Herty.
Legacy atau warisan ilmu dan kemampuan inilah yang menjadi salah satu gol utama penyelenggaraan Asian Games. Mitra asing yang digandeng memilki pengalaman sebagai pelaksana di 10 olimpiade sebelumnya, termasuk event regional sekelas Asian Games.
"Mereka tidak kita tunjuk langsung, tapi ikut proses yang sesuai aturan dan transparan. Hal ini sejalan dengan semangat yang dibawa oleh Bung Karno ketika Asian Games 1962 dulu," ucap Creative Director Opening Ceremony Asian Games, Wishnutama.
"Dari Asian Games lalu, terbukti kan kalau GBK tetap kita pakai sampai sekarang. Nah, sekarang bukan hanya teknologi maju yang kita terapkan di venue, tapi juga ilmu dan kemampuan dalam menyelenggarakan acara berskala internasional, yang sangat bermanfaat untuk generasi mendatang," tambah Wishnutama. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved