Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berencana menggabungkan promosi dan sosialisasi Asian Games dan Asian Para Games. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. "Saya berharap setelah ini logo Asian Games di sebelahnya juga harus ada logo Asian Para Games. Saya minta Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Komite Paralimpiade Asia (APC) untuk tidak mempersoalkan hal-hal teknis," kata Menpora Imam Nahrawi di Jakarta.
Semula karena perbedaan waktu penyelenggaraan dan panitia penyelenggara, promosi dan sosialisasi sering kali dilakukan secara terpisah. Bahkan, gaung promosi dan sosialisasi Asian Games lebih besar ketimbang Asian Para Games.
Diakui Menpora, sosialisasi kedua multiajang tersebut memang belum benar-benar menyeluruh. Itu sebabnya pihaknya akan kembali menggiatkan promosi.
"Saya juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendukung Asian Games dan Asian Para Games. Lupakan perebutan peringkat. Ini hajatan bangsa Indonesia," kata Menpora.
Sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, menilai sosialisasi pelaksanaan Asian Games pada Agustus masih minim dirasakan di daerah. "Kami kurang tahu soal ada pelaksanaan atau Indonesia jadi tuan rumah Asian Games karena dari pemkab juga tidak ada sosialisasi," kata Noldy Pangkerego, warga Ratahan.
Menurutnya, kegiatan internasional dan besar di Indonesia tersebut wajib disosialisasikan dengan baik oleh pemerintah daerah. "Meski kegiatannya dilaksanakan di Jakarta, pemkab juga harus menyosialisasikan ke masyarakat sehingga rakyat merasakan suasana Asian Games di daerah, termasuk memberikan dukungan kepada para atlet nantinya meski tidak langsung."
Hal senada diungkapkan pemerhati olahraga di Kabupaten Minahasa Tenggara Ewin Udi yang sampai saat ini mengaku belum pernah melihat sosialisasi Asian Games di daerah tersebut. "Sampai sekarang tidak ada sosialisasi terkait dengan pelaksanaan ini. Akhirnya masyarakat tidak ikut merasakan adanya pelaksanaan Asian Games."
Jemput bola
Terkait dengan masalah yang menjadi perhatian sejumlah negara menyusul teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyebut pemerintah berencana meyakinkan negara-negara peserta bahwa Indonesia siap menggelar Asian Games.
Dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan beberapa waktu lalu, Inasgoc, kata Gatot, sudah sepakat berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar proaktif menjelaskan kepada Menpora dan ketua NOC negara-negara peserta.
"Meskipun di pemberitaan memang enggak ada satu pun negara yang mengundurkan diri, kan tetap harus jemput bola. Kalau enggak jemput bola tiba-tiba mereka mundur, misalnya, tadinya kita berharap di jet ski yang berpeluang emas, tetapi ternyata pesertanya mundur kan gigit jari. Makanya saya melaporkan kepada Kemenko Polhukam, Wiranto, bahwa kami sepakat berkoordinasi bersama Menteri Luar Negeri agar dapat meyakinkan negara peserta bahwa negara kita aman," pungkas Gatot.
(Ant/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved