Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET putra dan putri panjat tebing Indonesia untuk nomor speed record berpeluang meraih medali emas di multiajang Asian Games 2018. Namun, pemanjat tebing putri lebih berpeluang jika dibandingkan dengan atlet putra. Sebelumnya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) telah menargetkan dua medali dari nomor speed record putra dan putri pada perhelatan olahraga se-Asia ke-18 yang digelar pada 18 Agustus-2 September.
Ketua Umum PP FPTI, Faisol Riza, mengungkapkan, pemanjat tebing putri Indonesia berpeluang lebih besar karena para pesaing yang terberat berasal dari negara non-Asia. “Kalau untuk climbing speed record putri itu lawan terberat memang hampir tak ada pesaing dari Asia karena pesaing kita justru dari Rusia, Polandia, dan Prancis,” ujar Faisol saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Menurut Faisol, Indonesia memiliki beberapa pemanjat tebing nomor record speed yang dapat diandalkan di Asian Games 2018, yakni Aries Susanti Rahayu, Agustina Sari, Rajiah Sallsabillah, dan Puji Lestari. Indonesia semakin yakin dengan torehan prestasi pada IFSC Climbing World Cup 2018 di Chongqing, Tiongkok, Minggu (6/5). Dalam kejuaraan tersebut, Aries meraih medali emas satu-satunya untuk Indonesia.
Kalahkan Rusia
Dalam ajang uji coba jelang Asian Games 2018 tersebut, Aries mampu mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva, dengan catatan waktu 7,51 detik. Alhasil, kini Aries berhasil menduduki peringkat kedua dunia dengan 220 poin. Dia memiliki selisih 20 poin dari atlet Prancis, Anouck Jaubert, di peringkat pertama. Dengan 31 poin, mantan juara dunia, Elena Timofeeva, menempati posisi ketiga.
Selain Aries, Agustina, Rajiah, dan Puji mampu menembus jajaran 10 besar dunia. Agustina menduduki peringkat ke-4 dengan 151 poin, Sementara itu, Rajiah dan Puji masing-masing berada di peringkat ke-8 dan ke-9 dengan 115 dan 110 poin. Di sisi lain, Faisol menambahkan, untuk nomor speed record putra, pesaing terberat berasal dari Iran dan Tiong-kok kendati saat ini atlet putra Indonesia Aspar Jaelolo menduduki peringkat kedua dunia dengan 161 poin.
Pada nomor speed world record putra, peringkat pertama ditempati Dmitrii Timofeev dari Rusia dengan 187 poin dan peringkat ketiga Bassa Mawem dari Prancis dengan 151 poin. Peringkat keempat diduduki Sabri dari Indonesia dengan 149 poin. Pemanjat putra lain Indonesia, yakni Hinayah Muhammad, menempati peringkat ke-6 dengan 132 poin.
Faisol menjelaskan, selain fisik, olahraga panjat tebing membutuhkan konsentrasi penuh sehingga mental bertanding turut diuji. “Yang pertama, mereka harus terbiasa dengan papan panjat yang digunakan saat pertandingan. Jadi harus latihan dan paham medannya,” jelas Faisol.
“Kedua, kita ingin menanamkan kebanggaan pada atlet panjat tebing kita. Saatnya kita membuat bangga Indonesia di tingkat Asia,” tambah Faisol. (R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved