OCA Kritisi Sistem Operasional Arena

Dwi Apriani
09/5/2018 03:15
OCA Kritisi Sistem Operasional Arena
(MI/Dwi Apriani )

DEWAN Olimpiade Asia (OCA) menyoroti sistem pengoperasian arena dan fasilitas Asian Games XVIII di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Mereka menilai saat ini sistem tersebut belum berjalan baik dan masih butuh penyempurnaan.
General and Technical Director OCA Hussain Al Mussalam mengatakan, secara keseluruhan baik arena, wisma atlet, dining hall, dan ruang pengobatan sudah bagus dan sesuai dengan standar. “Namun, kami menyarankan agar pengelola terus memperbaiki sistem pengoperasian fasilitas olahraga ini hingga benar-benar seperti yang diharapkan OCA,” ucapnya.

Yang paling penting dari kompleks olahraga ialah kemudahan akses bagi atlet selama mereka bertanding. Kemudian ruang medis harus memberikan pelayanan maksimal, jaminan privasi, dengan keamanan dan kenyamanan atlet harus diutamakan. Perawatan dan aktivitas tes doping harus steril dan terjaga.

“Namun, menurut pengamatan kami, untuk akses antararena dan dari arena ke wisma atlet sudah baik dan tidak menyulitkan atlet. Lalu untuk wisma atlet, perlu disesuaikan dengan kebutuhan atlet karena ini menyangkut kenyamanan dan performa atlet.”
Sementara itu, Direktur PT Jakabaring Sport City Bambang Supriyanto mengatakan, dari hasil kunjungan tim OCA itu, ada beberapa hal yang akan menjadi bahan koreksi. Pihaknya akan menata ulang ruangan khusus yang akan digunakan untuk NOC (national olympic committee) dari setiap negara).

Pada bagian lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan proyek infrastruktur pendukung Asian Games diupayakan selesai pada akhir Mei. “Soal infrastruktur ini memang harus segera diselesaikan. AKhir Mei-lah setidaknya harus selesai semua.”
Salah satu proyek infrastruktur yang belum selesai ialah jalan menuju arena mountain bike yang terletak di kawasan Hutan Khe Bun Hill, Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Subang. Kondisi Jalan sejauh 3.5 km tersebut masih rusak parah dan berlubang.
Tidak hanya itu, menjelang Asian Games, masih ada arena yang belum selesai dibangun, baik arena utama maupun arena tambahan. Meski demikian, Imam mengaku optimistis semua dapat selesai tepat waktu.

Kekuatan terbesar
Tiongkok diprediksi akan menjadi kekuatan terbesar di Asian Games Jakarta-Palembang 2018. ‘Negeri Tirai Bambu’ tersebut diperkirakan akan mengirimkan sekitar 3.000 atlet dan ofisial. Hal tersebut terungkap saat kegiatan Pre-Delegation Registration Meeting (Pre-DRM) Asian Games 2018 di Phnom Penh, Kamboja, pada Senin (7/5) lalu. Meskipun pendaftaran melalui Pre-DRM masih berupa entry form by number sesuai dengan cabang yang akan diikuti, langganan juara umum Asian Games tersebut akan mengirimkan kekuatan besar.  

Bahkan, jumlah itu lebih besar daripada tim mereka di Asian Games Guangzhou 2010 dengan 960 atlet dan Incheon 2014 dengan 880 atlet. “Saya mendapat laporan Tiongkok sudah mendaftarkan 3.000 atlet dan ofisial. Ini momen yang bagus bagi Asian Games,” ujar Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018. (Rul/RF/TS/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya