Pembangunan Arena Capai 90%

Nurul Fadillah
03/5/2018 03:00
Pembangunan Arena Capai 90%
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU -Pera) memastikan pembangunan sejumlah arena untuk pelaksanaan Asian Games 2018 selesai sesuai dengan jadwal. Kini pembangun arena dilaporkan mencapai 90,53%.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU-Pera Sri Hartoyo mengatakan hal tersebut dalam diskusi Asian Games 2018 di Jakarta, kemarin.

"Progres penyelenggaraan total ada 76 venue untuk kompetisi maupun latihan dan 14 nonvenue. Sejauh ini sudah sampai 90,53%, lebih dari rencana awal 89%. Venue kompetisi baru 84,62%, sementara venue latihan sudah mencapai 97,9%," jelas Sri.

"Untuk wisma atlet sudah sampai 99,96% karena 0,04%-nya itu penyesuaian bangunan terhadap fasilitas difabel, seperti elevator kemudian ukuran kamar bagi atlet difabel itu sedang berjalan dan semua diharapkan selesai Juni. Kalau nonvenue yang sifatnya sewa itu baru 73%," jelas Sri.

Menurut Sri, mayoritas arena pertandingan di DKI Jakarta yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU-Pera dan dikerjakan sejak 2017 lalu telah rampung. Namun, kini terdapat tiga arena yang masih dalam proses pengerjaan, yakni arena skuas, jet ski, dan layar.

"Venue squash itu karena baru disetujui pada Desember lalu, venue sudah sampai 15,20%. Komponen utama banyak barang impor dan Mei ini sudah datang semua peralatan dan mulai instalasi bulan Juni," lanjut Sri.

Sementara itu, arena jet ski dan layar juga ditargetkan selesai pada Juni. "Seluruh struktur sudah selesai, tinggal pemasangan peralatan," imbuh Sri.

Arena yang berada di bawah tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta, seperti velodrom, equestrian, dan bisbol juga diprediksi selesai pada Juni.

Menurut Sri, khusus bisbol, arena utama di Gelora Bung Karno, Senayan sudah selesai, sedangkan arena di Rawamangun yang merupakan tanggung jawab Pemda DKI hanya akan digunakan untuk latihan.

Desain medali
Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 atau Inasgoc akan meluncurkan desain medali Asian Games ke-18 pada 29 Juni menyusul sejumlah rangkaian kegiatan promosi di sejumlah daerah di Indonesia.

"Kami akan menggelar parade Asian Games pada 13 Mei dan dilanjutkan peluncuran desain medali pada 29 Juni. Kami juga akan menggelar kegiatan lari bersama Asian Games pada 1 Juli," kata Ketua Inasgoc Erick Thohir di Jakarta, kemarin.

Inasgoc, lanjut Erick, juga akan menggelar pawai obor atau torch relay mulai 15 Juli hingga 17 Agustus yang melintasi 53 kabupaten dan kota di Indonesia.

"Kami bersama Badan Ekonomi Kreatif bekerja keras untuk mewujudkan pembukaan dan penutupan yang sukses. Kami juga membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah," ujar Erick.

Erick mengatakan siaran pertandingan Asian Games 2018 akan ditayangkan secara luas, termasuk ke negara-negara Amerika Latin dan Eropa. "Kami akan menyiarkan melalui jaringan internet di negara-negara yang tidak berpartisipasi, seperti Belanda," ujar Erick.

Asian Games 2018 juga diharapkan turut mendorong perekonomian. "Asian Games akan menjadi kegiatan pemersatu bangsa. Kami harapkan ada dampak ekonomi, lapangan kerja, dan investasi, terutama pada industri olahraga," ujar Erick.

(Ant/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya