Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI optimistis meraih medali emas, sejumlah atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018 mengaku mereka belum mengetahui kekuatan lawan yang bakal dihadapi. Salah satunya lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang turun di kelas 62 kilogram. Ia mengaku masih belum mendapat gambaran siapa saja yang lawannya di pesta olahraga empat tahunan se-Asia tersebut.
“Lawan saya sepertinya berbeda dengan lawan saat Asian Games 2014 di Korea Selatan. Nama lawan-lawan belum nongol. Rata-rata mereka disembunyikan negara masing-masing. Kita juga harus waspada. Data yang kami pegang belum diperbarui,” kata Eko Yuli di Jakarta, Selasa (24/4).
Kendati belum ada gambaran kekuatan lawan, atlet peraih medali perak di Olimpiade 2016 tersebut menyatakan dirinya harus tetap mempersiapkan diri semaksimal mungkin. “Walaupun salah satu negara yang jadi rival berat Indonesia di Asia, yakni Tiongkok, tengah diskors karena kasus doping. Medali bisa aman, tinggal bagaimana caranya bisa dapat emas,” ujar Eko.
Sejauh ini, persiapan Eko Yuli dan kawan-kawan masih dilakukan di dalam negeri. Dua pekan lalu, para atlet angkat besi kembali melaksanakan kegiatan pemusatan latihan nasional (pelatbas) di Lampung. Sementara itu, Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) belum mengumumkan secara resmi rencana mereka berlatih di luar negeri. “Mungkin kami berlatih ke Korea Selatan atau Jepang,” tutur Eko.
Atlet yang juga masih buta soal kekuatan lawan ialah pebasket yang lolos pelatnas Arki Dikania Wisnu. “Saya tidak mengetahui siapa lawan berat nanti. Pastinya Asian Games 2018 lebih kompetitif jika dibandingkan dengan SEA Games 2017,” kata Arki yang akan menjadi kapten timnas Indonesia.
Dengan minim pengalaman di ajang Asian Games, Arki mengaku timnas basket Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik. Sayangnya, persiapan timnas untuk berlaga di ajang Asian Games 2018 terlalu singkat. Pasalnya, para pemain yang masuk pelatnas masih harus membela tim masing-masing untuk mengikuti Liga Basket Indonesia (IBL). “Liga baru selesai akhir pekan lalu. Kalau IBL selesai sejak Januari, persiapan pelatnas pasti bisa lebih baik.” ujar Arki yang juga pemain klub Satria Muda Britama.
“Para pemain timnas juga harus menyesuaikan diri dengan setiap pemain pilihan pelatih. Soal latihan ke luar negeri sedang dibahas, se-pertinya ke Amerika Serikat,” kata dia.
15 atlet asal Sumsel
Sumatra Selatan (Sumsel) tak hanya menjadikan Palembang--bersama Jakarta--menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Provinsi Sumsel juga mengirim 15 atlet untuk berlaga di ajang pesta olahraga terbesar se-Asia itu. “Kini ada 15 atlet asal Sumatra Selatan yang akan berlaga di Asian Games,” kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumatra Selatan, Syamsu Ramel. Dia menuturkan mereka akan bertanding di delapan cabang olahraga. “Dengan masih ada seleksi, atlet Sumsel yang berlaga di Asian Games 2018 akan bertambah,” kata Syamsu. (DW/R-3) 3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved