Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Dalam Negeri menegaskan bahwa pemerintah daerah juga punya kewajiban untuk ikut mempromosikan Asian Games 2018. Dikatakan Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo, promosi Asian Games bukan hanya tugas pemerintah pusat.
“Semua pemda wajib ikut mempromosikan Asian Games,” ujar Hadi di sela-sela Rapat Koordinasi Persiapan Pengarakan Api Obor Asian Games di Jakarta, Senin (23/4).
Menurut rencana, obor Asian Games bakal diarak di 18 provinsi Indonesia dan akan melewati 18 kota/kabupaten. Kegiatan itu bakal dilaksanakan mulai 18 Juli hingga 18 Agustus mendatang. Obor didatangkan dari India. Kota pertama yang menjadi penerima ialah Yogyakarta. Kemudian obor itu dibawa ke arah timur Indonesia menuju Papua.
Selanjutnya obor dibawa ke barat menuju Sumatra melalui Sulawesi dan Kalimantan. Baru kemudian kembali ke Pulau Jawa melalui Banten, Jawa Barat, dan akhirnya Jakarta menjadi destinasi akhir hingga dibawa ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.
“Untuk teknis acara, itu dirancang oleh Inasgoc (Panitia Penyelenggara Asian Games 2018). Pemerintah pusat dan pemda sifatnya ialah dukungan penyelenggaraan. Segala kegiatan didanai APBD,” kata Hadi.
Untuk daerah-daerah yang tidak dilalui obor Asian Games, Hadi mengatakan setiap pemda tetap wajib membuat sosialisasi. Itu bisa berupa pemasangan spanduk atau semacamnya. Hadi menekankan bahwa sosialisasi yang wajib ada ialah di bandar udara.
“Minimal semua orang tahu. Semoga masyarakat bisa berpartisipasi, apakah melalui atletnya atau promosi terkait produk, atau apa pun. Asian Games ini kan bukan setahun sekali atau dua tahun atau tiga tahun sekali. Ini ajang yang kita bisa jadi tuan rumah 56 tahun sekali. Terakhir 1962 silam.”
Sementara itu, Ketua Inasgoc Erick Thohir mengatakan kegiatan torch relay ialah upaya untuk menggaungkan Asian Games. “Keterlibatan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah perlu dipererat agar rencana pelaksanaan sosialisasi tercapai,” kata Erick.
Masih bingung
Di sisi lain, sejumlah perwakilan pemda yang wilayahnya akan dilintasi obor Asian Games mengaku sudah memiliki rancangan acara. Namun, ada beberapa yang bingung mengenai pemilihan destinasi, konsep acara, juga soal sumber anggaran.
Misalnya, perwakilan dari Lampung, yang mempertanyakan pemilihan Kabupaten Mesuji. Padahal, jika Inasgoc ingin sekaligus memanfaatkan spot pariwisata, justru Kabupaten Tulang Bawang lebih menjual.
Kemudian perwakilan dari Sulawesi Selatan menyoroti jarak tempuh dari setiap destinasi sebelum menuju Tanjung Bira yang dijadikan pusat acara di provinsi tersebut. “Keberhasilan tidak hanya karena usaha pemda, tapi juga pemerintah pusat. Kami punya pengalaman mengenai torch relay Pekan Olahraga Nasional pada 2016 karena Jawa Barat sebagai tuan rumah. Rencana rombongan datang pukul 14.00 WIB, tapi telat 5 jam,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Kuswendi. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved