Lapangan Menembak Cilodong Jadi Alternatif

Budi Ernanto
21/4/2018 15:23
Lapangan Menembak Cilodong Jadi Alternatif
(MI/Bary Fathahilah)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama kementerian dan lembaga terkait tengah membuat kajian mengenai lapangan menembak di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat. Fasilitas kepunyaan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD), itu seperti diketahui menjadi alternatif arena menembak untuk Asian Para Games 2018 selain lapangan menembak di kawasan Senayan, Jakarta.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan bahwa pengkajian yang dilakukan adalah instruksi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Wakil Presiden (wapres) Jusuf Kalla menugaskan kami dan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengkaji keuntungan dan kerugian penggunaan lapangan menembak Asian Para Games di Cilodong dan di Senayan," kata Gatot.

Menurut Gatot, lapangan menembak di Cilodong sebenarnya terbilang memenuhi syarat untuk dijadikan arena bertanding. Namun, masih perlu beberapa penyesuaian terkait akses para atlet difabel, khususnya bagi pengguna kursi roda. Selain itu, perlu dipertimbangkan soal penginapan para atlet karena Cilodong sangat jauh dari Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta.

Sedangkan lapangan menembak di Senayan, perlu dilakukan renovasi dan butuh tender yang tidak bisa ditentukan berapa lama itu akan selesai. Namun, lokasi lapangan menembak di Senayan, lebih dekat dari Wisma Atlet. “Peralatan sebenarnya kurang, tapi, bisa diakali dengan menyewa,” kata Gatot.

Lapangan menembak di Senayan juga tidak akan bertentangan dengan Instruksi Presiden (inpres) tentang Asian Para Games, karena lokasinya ada di Jakarta. Bakal bertentangan dengan regulasi itu jika memindahkan arena ke Cilodong karena lokasinya di luar Jakarta. Ketua Inapgoc Raja Sapta Okto sebelumnya mengatakan tidak akan ada masalah jika wapres mengeluarkan rekomendasi.

“Kalau mengubah inpres, pasti lama. Selesai mungkin berdekatan dengan waktu penyelenggaraan. Sementara harus ada penyesuaian di arena agar ramah bagi penyandang disabilitas,” jelas Okto. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya