Panjat Tebing Optimistis Meraih Medali Emas

Nurul Fadillah
18/4/2018 06:00
Panjat Tebing Optimistis Meraih Medali Emas
( FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

DENGAN hasil yang maksimal saat mengikuti pelaksaan pemusatan latihan nasional (pelatnas), atlet cabang panjat tebing optimistis bisa meraih medali emas di multiajang Asian Games 2018 yang digelar pada 18 Agustus-2 September mendatang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sapto Hardiono mengatakan tiga atlet panjat tebing andalan Indonesia untuk nomor speed record mampu melampaui catatan juara dunia panjat tebing dari Iran, Reza Alipour, dengan catatan waktu 5,48 detik.   

“Atlet panjat tebing kita untuk nomor speed record, Aspar Wani, saat latihan mencatat waktu 5,2 detik dan Sabri mencatat 5,33 detk,” kata Sapto saat jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/4). “Catatan waktu terbaik saya saat latihan ialah 5,2 detik, sedangkan teman-teman saya ada yang mencapai 5,38 detik. Kami berharap dapat me-ngeluarkan kemampuan sebagaimana ketika latihan pada kejuaraan nanti,” kata Aspar yang dipanggil ‘Babon’.

Pada jumpa pers, dengan didampingi Ketua II PB FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro, Sapto mengatakan tim panjat tebing Indonesia membidik catatan pemecahan rekor dunia dalam kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing 2018 di Moskow, Rusia, pada 21-23 April sebagai bekal mencapai target dua medali emas Asian Games 2018.

“Kami membidik pecah rekor dunia atas nama Reza Alipour dari Iran dalam kejuaraan di Nanjing, Tiongkok, pada 2017 dengan catatan waktu 5,48 detik. Atlet kami sudah mencapai catatan 5,33 detik ketika berlatih di Yogyakarta,” jelas Sapto.
FPTI, kata Sapto, mengirimkan 16 atlet untuk mengikuti perlombaan nomor speed pada Piala Dunia Panjat Tebing 2018 di Rusia. “Kami mempunyai tiga atlet andalan, yaitu Aris Susanti Rahayu pada nomor individu speed putri, Aspar, dan Sabri pada nomor individu putra,” kata Sapto.

Dua medali emas
Namun, Sapto mengatakan atlet-atletnya masih harus membentuk mental bertanding dalam kejuaraan internasional meskipun telah mencatatkan waktu terbaik saat berlatih di pelatnas. “Kami optimistis karena atlet-atlet kami meraih podium juara dalam dua kompetisi terakhir pada 2017,” kata Sapto.

Dia menambahkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan PB FPTI untuk meraih dua medali emas di ajang Asian Games 2018. Terkait dengan try-out, para atlet panjat tebing Indonesia memilih Rusia. Sapto menjelaskan bahwa Rusia mempunyai atlet-atlet unggul pada cabang panjat tebing terutama nomor speed record.

“Pesaing terberat kami untuk nomor speed dalam Asian Games ialah atlet-atlet Iran dan Tiongkok, sedangkan pada nomor lead dan boulder, pesaing terberat ialah atlet-atlet Jepang dan Korea Selatan,” ujar Sapto. Selain ke Rusia, 16 atlet PB FPTI itu juga akan mengikuti dua seri lain piala dunia panjat tebing dunia, yaitu di ­Chongqing, Tiongkok, pada 5-7 Mei dan di Tai’an, Tiongkok, pada 11-13 Mei.

Atlet pelatnas panjat tebing Aspar mengatakan atlet-atlet Indonesia telah mengantongi catatan waktu terbaik selama berlatih empat bulan di Yogyakarta sehingga optimistis memecahkan rekor dunia. Atlet panjang tebing putri andalan Indonesia, Aris Susanti, mengaku dirinya siap mental dan mencatatkan waktu terbaiknya di piala dunia panjat tebing. (Rul/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya