Arena Para Menembak tidak Jelas

Nurul Fadillah
13/4/2018 02:30
Arena Para Menembak tidak Jelas
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

PANITIA Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) tetap menginginkan lapangan tembak senayan sebagai arena para menembak di APG 2018. Sayangnya, hingga saat ini Inapgoc masih belum menemukan solusi terkait dengan renovasi arena tersebut karena tidak memiliki payung hukum.

Wakil Sekretaris Jenderal Inapgoc, Ferry Julianto Kono, mengatakan, pihaknya masih memikirkan biaya untuk renovasi.

“Kita tetap akan memakai lapangan tembak senayan problemnya ialah biaya renovasi karena di dalam inpres itu kan disebutnya kawasan GBK. Namun, karena Inasgoc pindah ke Palembang sehingga dihapus kalimat itu,” jelas Ferry di Jakarta, kemarin.
Di lain sisi, Ferry melanjutkan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dirjen Cipta Karya Kementerian PU-Pera) tidak memiliki banyak waktu untuk merenovasi arena. Sebabnya, renovasi satu arena membutuhkan proses lelang.
“Kalau hanya membutuhkan renovasi minor ya bisa Inapgoc, tetapi kalau mayor ya kita harus tanya lagi sama pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, Komite Paralimpiade Asia (APC) mengharapkan penyelenggaraan pertandingan cabang menembak Asian Para Games 2018 akan tetap berlangsung di Jakarta tanpa berpindah ke Palembang, Sumatra Selatan. Sekretaris Jenderal APC Tarek Souei mengatakan, jika arena dipindahkan ke Palembang, tantangan besar bagi panitia penyelenggara ialah aspek transportasi dan akomodasi.

Inapgoc berencana menggelar uji coba pada 25 Juni hingga 3 Juli. Lima cabang akan dipertandingkan, yakni bulu tangkis, basket, tenis meja, renang, dan atletik.

Direktur Sport Inapgoc, Fanny Irawan, mengatakan, jumlah peserta test event APG mengalami peningkatan dari yang ditargetkan. Semula Inapgoc membatasi peserta maksimal 300 atlet yang 150 di antaranya merupakan atlet Indonesia.
“Namun, karena turnamen para tenis meja itu bersifat open internasional sehingga ada penambahan peserta,” jelas Fanny.

Uji coba ke Slovenia
Pada bagian lain, para pesenam pelatnas akan menjalani uji coba kedua di Slovenia. Empat atlet akan diturunkan dalam turnamen bertajuk World Challenge Cup 2018 yang berlangsung pada akhir Mei.

Dua di antaranya ialah atlet unggulan yang diproyeksikan mendapat medali oleh tim senam Indonesia. Mereka ialah peraih emas SEA Games Kuala Lumpur 2017, Rifda Irfanaluthfi, dan peraih perak SEA Games, Agus Prayoko.

“Hanya dua atlet putra dan dua atlet putri yang akan dikirimkan. Untuk putra selain Agus, ada Dwi Syamsul Arifin yang juga meraih medali di SEA Games. Kemudian untuk putri selain Rifda juga ada pesenam artistik putri Armartiani,” jelas Dian Arifin, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia, kamis (12/4).

Sementara itu, Pemprov Sumatra Selatan berencana menggandeng ABS Bowling untuk mengelola bowling center di kawasan Jakabaring selepas Asian Games 2018. (DW/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya